Jelang All England, Jafar/Felisha Kelola Ekpektasi
Jafar Hidayatullah-Felisha Alberta Nathanie Pasaribu/[Foto:PBSI]
Jakarta - Pasangan ganda campuran peringkat 10 dunia, Jafar Hidayatullah / Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu adalah salah satu perwakilan Merah Putih yang sangat dinantikan penampilannya di ajang bergengsi All England Open World Tour Super 1000 pada pekan depan di Birmingham Arena.
Felisha Alberta mengakui bahwa persiapan menuju Tour Eropa sudah hampir 100 persen dan berharap mereka mampu mengelola ekspektasi dengan baik, apalagi All England adalah turnamen yang sangat bergengsi membuat semua pemain ingin meraih podium tertinggi.
"Untuk persiapan menuju All England dan rangkaian tur Eropa lainnya, kalau bicara persentase, saya sendiri sudah yakin di 90 sampai 95 persen," kata Felisha kepada wartawan di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (23/2) pagi.
"Kalau ekspektasi nggak ada. Cuma kalau harapan dan target, pastinya ada," katanya.
"Kita semua udah tahu bahwa ini turnamen tertua, turnamen yang sakral, atau apapun itu. Cuma jangan terlalu difokusin ke situnya, kita lebih fokus ke match by match," Felisha, menambahkan.
Meski akan sangat berat, Jafar Hidayatullah mengaku raihan semifinal tentu menjadi tujuan yang ingin mereka capai.
"Harapannya, kalau bicara paling bawah, minimal, sih, di semifinal."
"Sama, minimal semi juga. Tapi fokus ke satu-satu, aja sih. Match by match aja," Jafar, menimpali komentar partnernya.
Sementara itu pasangan ganda putra terbaik Indonesia, Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri diharapkan bisa meraih hasil terbaik di ajang bergengsi All England Open World Tour Super 1000 pada pekan depan di Birmingham Arena.
Fajar dan Fikri adalah juara All England di edisi sebelumnya dengan partner masing-masing, Fajar bersama Muhammad Rian Ardianto, sementara Fikri bersama Bagas Maulana.
Pernah merasakan podium tertinggi di ajang All England, target gelar juara musim ini tentu bisa dimengerti karena keduanya juga saat ini menempati peringkat 4 dunia dan diharapkan bisa membawa pulang gelar turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.
"Yang pasti, kami sudah pernah mengalami hal yang ditargetkan seperti itu dan kami juga harus bisa tidak menjadikan beban itu sendiri tapi itu juga dijadikan motivasi buat kami," tanggap Fajar kepada wartawan, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (23/2) pagi.
Di sisi lain, Muhammad Shohibul Fikri tentu tak membebani diri sendiri dan ingin menjalani pertandingan satu persatu.
"Tapi jangan terlalu diambil menjadi beban, karena ini bukan yang pertama kali juga kita seperti ini. Kita harus bisa lalui," tegasnya.
Artikel Tag: Jafar Hidayatullah, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, All England 2026