Tak Ada Juara Bertahan Tang Jie-Ee Wei, Malaysia Berharap Juara Dunia Dari Sektor Ganda Putra
Podium Ganda Putra Malaysia Masters 2025/[Foto:Thestar]
Malaysia akan sangat bergantung pada susunan pemain ganda putra mereka untuk meraih hasil terbaik di BWF Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, yang dimulai pada hari Senin, menyusul mundurnya juara bertahan ganda campuran Chen Tang Jie / Toh Ee Wei.
Tang Jie-Ee Wei mengundurkan diri setelah menjalani operasi lutut karena cedera ligamen anterior cruciate (ACL).
Meskipun mengalami kemunduran, mantan pemain nasional Datuk Jack Koh yakin bahwa pasangan putra nasional dapat bangkit dan mengatasi tantangan ini.
Pasangan peringkat 4 dunia Aaron Chia-Soh Wooi Yik, peringkat 11 dunia Man Wei Chong-Tee Kai Wun, dan peringkat 19 dunia Wan Arif Junaidi-Yap Roy King kembali bersatu setelah perombakan pasangan baru-baru ini, sementara pasangan independen yang sedang dalam performa terbaik, Goh Sze Fei / Nur Izzuddin Rumsani (peringkat 5 dunia) hadir sebagai pesaing utama.
Juara bertahan Korea Selatan, Kim Won Ho-Seo Seung Jae, adalah favorit, tetapi Jack mengatakan tekanan sepenuhnya ada pada mereka.
"Aaron-Wooi Yik, Wei Chong-Kai Wun, dan Arif-Roy King telah bersatu kembali. Akan menarik untuk melihat bagaimana mereka tampil bersama. Mereka telah bermain cukup baik, jadi saya pikir peluang mereka cukup bagus," kata Jack kepada reporter olahraga KM Boopathy selama sesi Timesport: On the Beat baru-baru ini di Kuala Lumpur.
"Tekanan ada pada pasangan Korea. Jika mereka melakukan kesalahan atau tidak mampu mengatasi tantangan dengan baik, mereka akan kalah di babak awal. Bagi tim yang kurang diunggulkan, mereka hanya perlu masuk dan memberikan yang terbaik."
"Sze Fei-Izzuddin telah menunjukkan bahwa mereka mampu tampil baik di Indonesia dan India, khususnya di berbagai wilayah Asia."
Sze Fei-Izzuddin mengalahkan Won Ho-Seung Jae untuk memenangkan gelar India Open 2025 dan india Open 2026.
Namun, hasil imbang ini menghadirkan laga sesama tim Malaysia di awal musim.
Aaron-Wooi Yik diprediksi akan bertemu Wei Chong-Kai Wun di babak 16 besar, dengan pemenangnya kemungkinan akan menghadapi pasangan peringkat 7 dunia asal Tiongkok, Chen Bo Yang-Liu Yi.
Sze Fei-Izzuddin berpotensi menghadapi Won Ho-Seung Jae di perempat final.
"Undiannya cukup adil," kata Jack.
"Dalam turnamen, terkadang susunan pertandingannya sedemikian rupa sehingga kita tidak dapat menghindari situasi seperti ini. Jika Sze Fei-Izzuddin bisa melaju jauh dan mengalahkan pasangan Korea, mungkin kita bahkan bisa memastikan adanya finalis. Jadi, apa pun bisa terjadi."
Jack juga mendukung keputusan BA Malaysia (BAM) untuk sementara memisahkan dan mengatur ulang pasangan mereka, dengan mencatat bahwa kemitraan sementara tersebut memberikan motivasi baru.
"Ini adalah keputusan yang sangat berani dari komite kinerja BAM yang dipimpin oleh Datuk Seri Lee Chong Wei dan Rexy (Mainaky).
"Ini adalah pengalaman bagus bagi para pemain berpengalaman untuk bermain bersama para pemain muda yang sedang berkembang."
"Dengan semakin dekatnya Kejuaraan Dunia, bagus bahwa mereka telah kembali bersama. Mereka akan mencoba menemukan sinergi mereka lagi."
Menyinggung ketidakhadiran Tang Jie-Ee Wei, Jack menyatakan keyakinannya pada pemulihan jangka panjang mereka.
"Dari segi hasil untuk Malaysia, ini merupakan kemunduran bagi ganda campuran. Tetapi terkadang dalam olahraga, cedera tidak dapat dihindari," tambah Jack.
"Ee Wei adalah karakter yang sangat kuat, jadi dia seharusnya bisa kembali. Kami berharap dia cepat pulih."
Di nomor ganda putri, pasangan yang mencetak sejarah, Pearly Tan-M. Thinaah, menghadapi tantangan kebugaran setelah cedera punggung yang dialaminya kambuh.
Pasangan Malaysia, yang memenangkan medali perak di edisi tahun lalu di Paris, akan menghadapi pasangan Korea Selatan peringkat 3 dunia Baek Ha Na-Lee So Hee di perempat final.
"Pearly baru saja pulih, dan ini akan cukup berat baginya," kata Jack.
"Memaksakan diri terlalu keras dapat menyebabkan cedera lain, yang akan lebih merugikan. Tetapi terkadang, kita juga harus mendengarkan tubuh kita."
Di nomor tunggal putra, pemain peringkat 27 dunia Leong Jun Hao akan berhadapan dengan petenis Tiongkok peringkat 9 dunia Li Shi Feng di babak kedua, sementara Justin Hoh (peringkat 46) akan menghadapi juara Taiwan Open Lin Chun Yi.
Di nomor tunggal putri, K. Letshanaa akan berhadapan dengan pemain peringkat 2 dunia asal Tiongkok, Wang Zhi Yi, dan Wong Ling Ching akan menghadapi pemain peringkat 3 dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi. Jack memilih juara bertahan Shi Yu Qi dari Tiongkok sebagai favorit di nomor tunggal putra, sambil juga menyebutkan Chou Tien Chen dari Taiwan, Christo Popov dari Prancis, dan para pemain bulu tangkis Indonesia sebagai pesaing.
Artikel Tag: Chen Tang Jie, Toh Ee Wei, Soh Wooi Yik, Aaron Chia, Pearly Tan, M Thinaah, BWF Kejuaraan Dunia 2026