Bagi Mirra Andreeva, Perasaan Di Kehidupan Nyata Jauh Lebih Baik
Mirra Andreeva di tengah-tengah ball kid [image: getty images]
Berita Tenis: Mirra Andreeva bukan remaja biasa dan - baik atau buruk - tidak pernah ada momen membosankan dalam kehidupan juara French Open yang baru dinobatkan, membuat semua orang di sekitarnya selalu waspada, meskipun ia mengakui bahwa terkadang ia adalah "sosok yang sulit" untuk dihadapi.
Seiring meningkatnya ekspektasi dari luar yang mendorongnya meraih kemenangan besar dan menyebutnya sebagai calon petenis peringkat 1 dunia, petenis berusia 19 tahun meminta kesabaran agar ia dapat menikmati perjalanan ini.
Hal tersebut bukan untuk mempertanyakan etos kerjanya, melainkan lebih sebagai pengingat bahwa dua musim setelah ia mencapai semifinal Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open, ia membutuhkan waktu.
“Sejujurnya, saya sudah sering melakukan visualisasi sebelumnya. Bukan hanya untuk turnamen ini, tetapi saya juga pernah bermimpi, saya banyak berpikir tentang bagaimana hal itu akan terjadi, apakah akan terjadi, kapan akan terjadi, dan di mana,” ungkap Andreeva.
“Saya akan mengatakan bahwa perasaan di kehidupan nyata jauh lebih baik, tentu saja, daripada dalam mimpi. Rasanya sungguh luar biasa melihat trofi ini dan menyadari bahwa ini benar-benar nyata, dan saya bisa menyebut diri saya juara Grand Slam, saya rasa.”
Di French Open musim 2026 yang kurang mengikuti naskah dibandingkan musim-musim sebelumnya, mungkin ironis bahwa bintang-bintang akhirnya bisa menyelaraskan diri agar petenis unggulan kedelapan bisa bergerak dengan begitu lancar melalui akhir turnamen untuk mendapatkan hadiah.
Musim lalu, ia menyerah di perempatfinal melawan petenis tuan rumah yang mendapatkan wildcard, Lois Boisson, sebuah pertandingan di mana ia mengakui bahwa penonton dan emosi sendri membuatnya lepas kendali.
Kali ini, ia tidak pernah kebobolan lebih dari lima game dalam empat pertandingan terakhirnya, termasuk saat mengatasi qualfier asal Polandia yang juga menjadi finalis Grand Slam untuk kali pertama, Maja Chwalinska di final.
“Sebenarnya saya berbicara dengan psikolog saya sebelum semifinal dan final karena saya pikir itu akan membantu saya berada dalam kondisi mental yang tepat sebelum pertandingan-pertandingan yang, bisa dibilang, paling penting dalam hidup saya. Jadi, saya ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin,” jelas Andreeva.
“Ia memberi saya banyak nasihat dan banyak teknik yang bisa saya coba dan gunakan di lapangan untuk membantu saya mengalami semua hal ini dengan lebih baik dan lebih mudah. Itulah mengapa saya pikir ia pantas mendapatkan banyak pujian untuk ini.”
Setelah melampaui pelatihnya, Conchita Martinez, yang mencapai final musim 2000, ia tidak bisa menahan diri untuk menyindir penakluk pelatihnya pada musim tersebut, Mary Pierce, yang hadir untuk menyerahkan trofi.
“Sangat, sangat istimewa bisa berbagi trofi Grand Slam pertama dengannya,” tutur Andreeeva tentang Martinez. “Kami telah banyak bekerja sama di lapangan, di luar lapangan. Kami juga telah melalui begitu banyak momen baik maupun beberapa momen buruk, terutama, menurut saya, di akhir musim lalu.”
“Sangat, sangat menyenangkan bisa berbagi hal seperti ini dengannya dan melihat betapa bahagia dirinya. Selain itu, ia mengatakan kepada saya bahwa ia sangat bangga pada saya. Mendengar kata-kata itu darinya sangat, sangat istimewa bagi saya.”
Ia bersikeras bahwa hidupnya tidak akan banyak berubah setelah euforia mereda dalam beberapa hari mendatang dan ini merupakan validasi jika diperlukan bahwa ia tidak pernah terlalu menyimpang dari rencana.
“Saya rasa semuanya akan tetap sama. Mungkin akan berubah selama dua atau tiga hari ke depan, tetapi selain itu, saya rasa saya akan tetap sama. Saya tidak akan banyak berubah,” tukas Andreeva.
“Awalnya saya hanya mengatakannya untuk bercanda agar semua orang tertawa melihat betapa lucunya saya dan selera humor saya. Kemudian setelah itu saya menyadari mengapa tidak berterima kasih pada diri sendiri? Karena anda adalah orang yang bekerja, anda adalah orang yang melakukan pekerjaan itu, anda adalah orang yang merasakan semua kegugupan. Setelah beberapa waktu, saya menyadari bahwa sebenarnya sangat penting untuk berterima kasih pada diri sendiri.”
Artikel Tag: French Open, Mirra Andreeva, Maja Chwalinska