Kanal

Ben Askren Tutup Karier Gulat Setahun Setelah Transplantasi Paru Ganda

Penulis: Hanif Rusli
21 Jul 2026, 15:07 WIB

Ben Askren mengaku bersyukur masih diberi kesempatan untuk kembali bertanding setelah melewati masa pemulihan yang berat. (Foto: Fight TV)

Mantan pegulat Olimpiade Amerika Serikat sekaligus juara nasional NCAA Divisi I, Ben Askren, menutup perjalanan kariernya di arena gulat dengan penampilan emosional di RAF 11, Milwaukee, Sabtu (19/7) waktu setempat.

Setahun setelah menjalani transplantasi paru ganda, Askren kembali naik ke atas matras untuk laga terakhirnya sebelum memutuskan pensiun dari olahraga tarung.

Dalam partai pendamping utama, Ben Askren harus mengakui keunggulan mantan juara kelas welter UFC, Belal Muhammad, dengan skor 3-6.

Pertandingan tersebut menjadi penampilan pertamanya di olahraga tarung sejak kalah KO dari Jake Paul dalam duel tinju pada 2021.

Comeback Askren terbilang luar biasa mengingat pada 2025 ia sempat dirawat di rumah sakit akibat pneumonia.

Kondisinya kemudian mengharuskannya menjalani transplantasi paru ganda, sebuah prosedur yang sempat membuat masa depannya di dunia olahraga dipertanyakan.

Meski telah lama meninggalkan kompetisi, Askren mampu memberikan perlawanan sengit. Ia bahkan sempat memimpin 3-0 atas Muhammad sebelum mulai kehabisan tenaga pada ronde terakhir.

Kondisi fisiknya terlihat menurun sehingga Muhammad berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.

Usai pertandingan, Ben Askren melepas sepatu gulatnya di atas matras sebagai simbol berakhirnya kariernya.

Dalam momen yang penuh haru tersebut, pria yang genap berusia 42 tahun itu mengaku bersyukur masih diberi kesempatan untuk kembali bertanding setelah melewati masa pemulihan yang berat.

"Sekarang saya memang cepat lelah. Tetapi selama setahun terakhir saya bekerja sangat keras. Setiap hari saya bangun dan bersyukur kepada Tuhan karena masih diberi kesempatan melakukannya sekali lagi. Saya berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin," ujar Askren.

Askren yang kini menetap sekaligus menjadi pelatih di Wisconsin mengatakan ulang tahunnya yang ke-42 menjadi salah satu alasan utama untuk kembali tampil di atas matras.

Ia ingin menutup perjalanan kariernya dengan cara yang bermakna, meski hasil pertandingan tidak berpihak kepadanya.

Sepanjang karier olahraga tarung, Ben Askren dikenal sebagai salah satu pegulat terbaik Amerika Serikat sebelum beralih ke MMA.

Ia pernah menjadi juara di Bellator MMA dan ONE Championship, kemudian bergabung dengan UFC. Di organisasi tersebut, ia sempat menghadapi nama-nama besar seperti Robbie Lawler, Jorge Masvidal, dan Demian Maia.

Sementara itu, pada laga utama RAF 11, mantan juara kelas welter UFC lainnya, Colby Covington, mengalahkan petarung kelas ringan UFC Arman Tsarukyan dengan skor 5-3 untuk merebut gelar RAF Cruiserweight Crossover.

Seusai kemenangan tersebut, Covington langsung menantang Belal Muhammad, Khamzat Chimaev, dan Tyron Woodley sebagai calon lawan berikutnya.

Penampilan Askren di RAF 11 mungkin berakhir dengan kekalahan, tetapi keberhasilannya kembali bertanding setelah menjalani transplantasi paru ganda menjadi salah satu kisah paling inspiratif dalam dunia olahraga tarung tahun ini.

Keputusan menutup karier di atas matras menjadi penanda akhir perjalanan panjang seorang atlet yang pernah mencapai puncak prestasi di gulat maupun MMA.

Artikel Tag: olimpiade, NCAA, Ben Askren

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru