☰
Kanal
✕

Chivu Kritik Tekanan Berlebihan pada Inter untuk Selalu Menang

Penulis: Amalia Sihotang
20 Okt 2026, 23:45 WIB

Chivu Kritik Tekanan Berlebihan pada Inter untuk Selalu Menang - sumber: (footballitalia)

Berita Liga Italia kembali bergema dengan pernyataan menarik dari Cristian Chivu, pelatih kepala FC Internazionale Milano. Dalam konferensi pers menjelang laga Liga Champions melawan Shakhtar Donetsk, Chivu dengan tegas menyatakan bahwa Inter bukanlah tim yang sempurna dan mengkritik ekspektasi yang membebani skuadnya. "Ada perasaan bahwa Inter seolah-olah wajib menang, sementara tim lain tidak," ungkapnya dengan penuh semangat.

Dalam ajang Liga Champions musim 2026-27, Inter memang belum berhasil mengumpulkan poin setelah kekalahan dari Real Madrid dan Club Brugge. Meskipun begitu, Chivu dan para punggawanya bertekad untuk menatap masa depan dengan optimisme. “Kami sadar akan fakta bahwa kami telah kalah dua kali. Namun, kami ingin memulihkan energi dan fokus pada apa yang perlu dilakukan ke depan,” ujarnya dengan percaya diri.

Ketika disinggung mengenai kegagalan di Liga Champions, Chivu menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama. "Jika musim lalu kami sukses, itu karena semua orang mengambil tanggung jawab," katanya. Dia juga menyoroti kekuatan lawan mereka, Shakhtar Donetsk, yang menurutnya bukan lawan yang mudah karena memiliki intensitas dan kualitas permainan yang mengesankan.

Di tengah tekanan yang datang dari berbagai pihak, Chivu tetap bersikap positif terhadap timnya. Dia menganggap para pemainnya seperti anak-anaknya sendiri, menunjukkan betapa besar rasa cinta dan dukungannya kepada mereka. "Tanggung jawab harus diterima. Saya adalah pelatih, dan jika saya bukan penyebab utama, lalu kenapa kita harus berbicara di sini?" ujarnya dengan tegas.

Inter, meskipun memimpin klasemen Serie A, sering kali harus berjuang keras dari posisi tertinggal. Menanggapi hal ini, Chivu menjelaskan bahwa perubahan performa di babak kedua bukan hanya karena instruksinya, tetapi juga reaksi alami para pemain terhadap situasi di lapangan. "Identitas tim harus tetap dipertahankan meski terkadang hasilnya tidak sesuai harapan," katanya.

Dengan semangat yang membara, Chivu menutup dengan pernyataan bahwa meski Inter belum sempurna, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik. Namun, ia mengingatkan bahwa kekalahan Inter seharusnya tidak menjadi drama nasional. "Kami tidak ingin disebut sempurna, tetapi kami tidak ingin tekanan ini membuat seolah-olah hanya Inter yang wajib menang," tegas Chivu, menyuarakan harapan akan ekspektasi yang lebih realistis bagi timnya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru