Cristian Chivu: Saya Kehilangan Ego di Momen Antara Hidup dan Mati
Cristian Chivu
Berita Liga Italia: Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu bicara kisah hidup di balik filosofi melatihnya. "Saya Kehilangan Ego Saat Berada di Momen Antara Hidup dan Mati".
Di balik ketenangan dan kebijaksanaan Cristian Chivu sebagai pelatih, tersimpan sebuah kisah hidup yang mengubahnya secara fundamental, dimana dia terlihat lebih kuat, tenang dan mampu menguasai situasi sulit.
Dalam sesi konferensi pers kemenangan timnya atas Parma yang mengunci gelar scudetto, pelatih berusia 44 tahun tersebut berbagi cedera tentang bagaimana sebuah momen gelap membentuk cara pandangnya terhadap sepak bola dan kehidupan.
Saat ditanya soal momen apa yang membuatnya tampil berbeda sebagai pelatih, Chivu memberikan jawaban yang jauh melampaui urusan taktik dan strategi. Ia menyinggung sebuah peristiwa yang memaksanya mempertanyakan segalanya.
"Saya adalah orang yang tidak biasa. Saya harus berbicara dengan diri sendiri saat berada di momen antara hidup dan mati, sehingga saya kehilangan ego saya saat itu. Saya tidak merasa perlu membicarakan diri sendiri," ucapnya kepada DAZN Italia.
Chivu merujuk pada cedera kepala serius yang ia derita semasa masih aktif berkarier di Inter, yang bahkan memaksanya mengenakan helm pelindung untuk sisa kariernya sebagai pemain. Pengalaman itulah yang membentuk karakter rendah hatinya.
"Saya hanya mencoba menjadi versi terbaik dari diri saya, membantu para pemain yang terkadang membutuhkan wortel, terkadang tongkat. Saya mencoba bersikap empatik dan penuh pemahaman, tidak memikirkan konsensus kritik dari luar,"
Artikel Tag: Inter Milan, Serie A, Cristian Chivu