Liam Rosenior Bela Rotasi Besar Chelsea di Piala FA
Liam Rosenior jelaskan alasan rotasi besar Chelsea. (Foto: Martin Rickett/PA Images via Getty Images)
Berita Liga Inggris: Liam Rosenior menjelaskan alasan di balik keputusan melakukan rotasi besar dalam kemenangan Chelsea atas Wrexham di putaran kelima Piala FA. Ia menegaskan keputusan tersebut diambil demi menjaga kondisi skuad menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Chelsea akhirnya menang 4-2 setelah perpanjangan waktu dalam pertandingan yang berlangsung di Racecourse Ground pada Ahad (8/3/2026) dini hari WIB. Gol pada babak extra time dari Alejandro Garnacho dan Joao Pedro memastikan The Blues melaju ke perempat final.
Dalam pertandingan tersebut, Rosenior melakukan sembilan perubahan dari tim yang sebelumnya menang 4-1 atas Aston Villa di Premier League. Wrexham bahkan sempat memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya kehilangan momentum setelah George Dobson menerima kartu merah pada akhir waktu normal.
Liam Rosenior sendiri memang dikenal sering melakukan rotasi sepanjang musim ini. Rata-rata ia melakukan lima perubahan pemain setiap pertandingan dan bahkan belum pernah memainkan kombinasi empat bek yang sama dalam dua laga berturut-turut.
Ia juga mulai merotasi posisi penjaga gawang antara Robert Sanchez dan Filip Jorgensen. Ketika ditanya apakah rotasi besar tersebut berisiko mengganggu stabilitas tim, Rosenior mengakui risiko tersebut memang ada. “Ya, itu memang risiko yang harus Anda ambil,” kata Rosenior.
Dalam pertandingan melawan Wrexham, beberapa pemain inti seperti Cole Palmer, Moises Caicedo, dan Enzo Fernandez bahkan tidak masuk dalam skuad. Reece James hanya duduk di bangku cadangan, sementara Marc Cucurella dan Joao Pedro baru dimainkan sebagai pemain pengganti.
Rosenior menjelaskan bahwa rotasi diperlukan untuk menjaga kebugaran seluruh pemain dalam skuad. Ia menilai sejumlah pemain yang baru pulih dari cedera juga membutuhkan waktu bermain untuk kembali ke performa terbaik.
“Kami akan memasuki periode pertandingan di mana Romeo Lavia bisa menjadi sangat penting bagi kami karena dia harus mendapatkan menit bermain,” kata pelatih asal Inggris tersebut.
Liam Rosenior juga menyebut pemain muda seperti Dario Essugo membutuhkan kesempatan tampil lebih banyak. “Kami harus memberinya waktu bermain di lapangan,” ujarnya.
Rosenior menegaskan bahwa Lavia merupakan pemain berkualitas meskipun baru kembali setelah absen panjang. “Dia pemain top, tetapi Anda tidak bisa mengharapkan kesempurnaan dari pemain yang baru kembali setelah absen empat bulan,” katanya.
Menurut Rosenior, kesuksesan Chelsea tidak hanya bergantung pada susunan pemain inti. “Ini bukan hanya tentang 11 atau 12 pemain utama jika kami ingin mencapai apa yang kami yakini mungkin,” ujarnya.
Ia menilai seluruh pemain dalam skuad harus siap tampil kapan pun dibutuhkan. “Satu-satunya cara skuad kami bisa membantu mencapai apa yang saya yakini mungkin adalah jika semua pemain tetap tajam dan siap dimainkan,” kata Rosenior.
Rosenior juga menegaskan bahwa memainkan susunan pemain utama tidak selalu menjamin pertandingan akan berjalan lebih mudah. “Tidak ada jaminan bahwa jika Anda memainkan tim utama, pertandingan seperti ini akan menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa skuad Chelsea telah menjalani jumlah pertandingan yang sangat besar dalam satu setengah tahun terakhir sehingga rotasi menjadi hal yang penting. “Pada titik tertentu saya harus mempercayai skuad. Dan malam ini mereka membalas kepercayaan itu dengan hasil yang kami dapatkan,” kata Rosenior.
Artikel Tag: Chelsea, Piala FA, Liam Rosenior, Wrexham