Roberto Samaden: Sistem Pembinaan Pemain Muda di Italia Kacau Balau
Roberto Samaden
Berita Liga Italia: Kepala akademi Atalanta, Roberto Samaden angkat bicara soal pernyataan Beppe Marotta. Ia sepakat budaya ‘instan’ jadi akar masalah pembinaan di Italia.
Roberto Samaden berbicara dalam acara Festival Serie A. Ia membuka suara mengenai kondisi memprihatinkan akademi sepak bola Italia. Menurutnya, pernyataan CEO Inter, Beppe Marotta, tentang masalah budaya hasil di sepak bola Italia sangat tepat.
"Lingkungan tempat para pemain muda tumbuh sangat buruk. Entah karena satu alasan atau lainnya, saya tidak tahu, tapi sistem tidak berfungsi," ujar Samaden.
Ia kemudian menyoroti kasus Marco Palestra, pemain muda yang berhasil berkembang dengan baik selama masa pinjamannya di Cagliari, dan kini jadi bidikan Inter Milan. Samaden memuji lingkungan yang tepat sebagai kunci sukses sang pemain.
"Palestra menjalani perjalanannya dengan tenang. Ia menemukan lingkungan yang tepat untuk berkembang dan bersenang-senang. Dan terutama tim yang percaya padanya. Ini berkat mereka yang percaya padanya dan dirinya sendiri,"
Kepala akademi Atalanta itu juga mengkritik sistem yang terlalu fokus pada hasil instan. Ia merujuk pada kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai bukti nyata.
"Kita bicara tentang 3 Piala Dunia yang terlewat, tapi lupa dengan 2 kegagalan sebelumnya. Total jadi 5. Kita harus segera bangun dan mengubah banyak hal. Berhenti bicara, lakukan aksi nyata,"
Samaden juga menyindir pembinaan pemain muda di Italia yang ketinggalan dibanding negara lain. Ia menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari sistem akar rumput, bukan hanya wejangan di papan atas.
Artikel Tag: Atalanta, beppe marotta, Roberto Samaden