Sebastien Pocognoli Dipecat AS Monaco Usai Gagal ke Liga Champions
Sebastien Pocognoli kehilangan jabatan setelah musim mengecewakan. (Foto: Christophe Saidi/FEP/Icon Sport via Getty Images)
Berita Liga Prancis: Sebastien Pocognoli harus mengakhiri masa kerjanya bersama AS Monaco lebih cepat setelah klub Ligue 1 tersebut memutuskan untuk berpisah dengannya pada akhir musim 2025/26. Keputusan itu diambil setelah Monaco hanya mampu menempati posisi ketujuh klasemen akhir dan gagal mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Pocognoli bergabung dengan AS Monaco pada Oktober tahun lalu menggantikan Adi Hutter. Mantan pemain tim nasional Belgia itu datang dengan reputasi yang cukup baik setelah menjalani periode sukses bersama Union Saint-Gilloise. Saat mengambil alih kursi pelatih, Monaco berada di peringkat kelima dan masih memiliki peluang besar untuk bersaing di papan atas.
Monaco sebenarnya sempat menunjukkan perkembangan positif di bawah arahannya. Tim mencatatkan rangkaian 10 pertandingan tanpa kekalahan yang membuat harapan untuk finis di zona Liga Champions kembali terbuka. Namun performa mereka menurun pada fase-fase krusial musim sehingga gagal mempertahankan posisi di papan atas hingga akhir kompetisi.
Dalam pernyataan resminya, Monaco mengonfirmasi berakhirnya kerja sama dengan Pocognoli setelah musim berakhir. "AS Monaco mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Sebastien Pocognoli pada akhir musim 2025/2026. Klub mengucapkan terima kasih kepada Sebastien Pocognoli dan stafnya atas komitmen penuh mereka kepada AS Monaco serta mendoakan yang terbaik untuk masa depan mereka."
Meski gagal mencapai target utama di kompetisi domestik, Pocognoli sempat membawa Monaco tampil cukup kompetitif di Liga Champions. Klub asal Kerajaan Monaco itu berhasil melangkah ke babak play-off fase gugur sebelum perjalanan mereka dihentikan oleh Paris Saint-Germain yang kemudian keluar sebagai juara kompetisi.
Kegagalan lolos ke Liga Champions diyakini menjadi faktor terbesar di balik keputusan manajemen. Dengan sumber daya dan ambisi yang dimiliki klub, finis di posisi ketujuh dianggap jauh dari harapan. Selain kehilangan kesempatan tampil di kompetisi elite Eropa, hasil tersebut juga berdampak pada potensi pendapatan klub pada musim depan.
Kini Monaco harus bergerak cepat untuk mencari pengganti Pocognoli. Bursa pelatih diperkirakan akan menjadi fokus utama klub dalam beberapa pekan ke depan karena mereka ingin segera menyusun rencana untuk menghadapi musim 2026/27 dan kembali bersaing memperebutkan tempat di Liga Champions.
Bagi Sebastien Pocognoli, pemecatan ini menjadi akhir yang mengecewakan dari masa jabatan yang baru berlangsung kurang dari satu musim penuh. Meski sempat memberikan harapan melalui performa positif di tengah musim, hasil akhir yang tidak sesuai target membuatnya harus meninggalkan Stade Louis II lebih cepat dari yang diharapkan.
Artikel Tag: AS Monaco, Sebastien Pocognoli