Kanal

Sepak Bola Inggris Uji Aturan Baru untuk Cegah Akal-akalan Kiper

Penulis: Fery Andriyansyah
28 Jul 2026, 19:00 WIB

Sepak bola Inggris mulai uji aturan baru demi hentikan jeda taktis kiper. (Foto: Jon Hobley/MI News/NurPhoto via Getty Images)

Berita Liga Inggris: Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Premier League, English Football League (EFL), National League, dan Women's Super League sepakat menerapkan uji coba aturan baru guna menghilangkan praktik tactical timeout yang memanfaatkan perawatan kiper. Uji coba tersebut telah mendapat persetujuan dari International Football Association Board (IFAB).

Berdasarkan aturan baru itu, ketika wasit mengizinkan tim medis memasuki lapangan untuk merawat kiper, pelatih memiliki waktu 10 detik untuk menunjuk satu pemain lapangan yang harus keluar dari lapangan selama satu menit setelah pertandingan dilanjutkan. Pelatih wajib memberi tahu ofisial keempat mengenai pemain yang dipilih.

Apabila dalam 10 detik tidak ada pemain yang ditunjuk, kapten tim secara otomatis harus meninggalkan lapangan selama satu menit. Langkah ini diharapkan menghilangkan keuntungan yang selama ini diperoleh tim saat memanfaatkan jeda perawatan kiper untuk menggelar pengarahan taktik.

Pertandingan putaran pendahuluan Carabao Cup antara Tranmere Rovers dan Rochdale pada Sabtu (1/8/2026) akan menjadi laga pertama yang menggunakan aturan tersebut. Sementara itu, kompetisi A-League Australia juga dikabarkan akan menguji variasi aturan serupa, tetapi kapten tim akan selalu menjadi pemain yang wajib keluar dari lapangan.

Praktik meminta perawatan untuk kiper demi menghentikan pertandingan semakin sering terjadi dalam beberapa musim terakhir. Dalam banyak kasus, kiper duduk di lapangan dan meminta tim medis masuk, sementara seluruh pemain berkumpul di area teknis untuk menerima instruksi dari pelatih sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

Selain untuk menyampaikan arahan taktik, cara tersebut juga kerap digunakan guna memutus momentum lawan yang sedang mendominasi permainan. Pada November lalu, manajer Leeds United, Daniel Farke, bahkan menuduh kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura cedera demi "memanipulasi aturan" dan menghentikan ritme pertandingan.

Di sisi lain, IFAB juga mengeluarkan klarifikasi mengenai penerapan aturan mistaken identity setelah FIFA menggunakannya untuk memberikan kartu kuning kepada Miguel Almiron dari Paraguay dan Breel Embolo dari Swiss karena dianggap melakukan simulasi pada Piala Dunia 2026. IFAB menegaskan mekanisme tersebut belum boleh diterapkan secara permanen hingga proses evaluasi menyeluruh terhadap protokol VAR selesai dilakukan.

Artikel Tag: Premier League, Inggris

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru