☰
Kanal
✕

Sesi Konferensi Pers Republik Irlandia Memanas Usai Tudingan Rasisme

Penulis: Fery Andriyansyah
04 Okt 2026, 13:00 WIB

Heimir Hallgrimsson dihujani pertanyaan kontroversial menjelang laga sengit Republik Irlandia kontra Israel. (Foto: Stephen McCarthy/Sportsfile via Getty Images)

Berita Sepak Bola: Sesi konferensi pers Timnas Republik Irlandia menjelang laga lanjutan UEFA Nations League menghadapi Israel diakhiri secara mendadak pada Sabtu (3/10/2026). Keputusan tersebut diambil usai seorang jurnalis bertanya kepada pelatih kepala Heimir Hallgrimsson mengenai tuduhan rasisme yang diduga dilakukan pemain Irlandia pada pertemuan sebelumnya.

Irlandia sejatinya berhasil mengamankan kemenangan 3-0 atas Israel pada laga pekan lalu. Kendati demikian, pertandingan tersebut sempat diwarnai dinamika internal di mana para pemain Irlandia harus melakukan pemungutan suara terlebih dahulu untuk menentukan apakah mereka akan bertanding atau tidak akibat gelombang penolakan keras di dalam negeri terkait konflik di Gaza.

Tensi panas kembali mencuat pada sesi jumpa pers Sabtu ketika jurnalis asal Israel melayangkan tuduhan bahwa para pemain Irlandia melontarkan komentar rasis. Manajer Komunikasi Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI), Kieran Crowley, secara tegas langsung memberikan bantahan sebelum menghentikan sesi wawancara.

"Itu sama sekali tidak benar," tegas Kieran Crowley saat membantah tuduhan tersebut secara langsung sebelum akhirnya menyudahi sesi konferensi pers.

Pertandingan yang menempatkan Republik Irlandia sebagai tim "tuan rumah" tersebut bakal digelar di TSC Arena di Backa Topola, Serbia, tanpa kehadiran penonton. FAI memutuskan memindahkan lokasi pertandingan ke tempat netral demi alasan operasional menyusul tingginya desakan publik Irlandia yang menuntut aksi boikot.

Mengenai tuduhan yang berkembang di luar lapangan, pelatih kepala Timnas Israel, Ran Ben-Shimon, memilih untuk enggan memberikan komentar lebih jauh. Ben-Shimon menegaskan fokus utamanya hanyalah mempersiapkan taktik dan kondisi fisik para pemainnya di atas lapangan.

"Pendapat saya adalah bahwa saya harus menjaga para pemain saya tetap fokus pada pertandingan. Saya tidak membiarkan apa pun, emosi apa pun tentang hal itu, menembus skuad kami. Saya ingin para pemain saya datang ke pertandingan dengan pengetahuan sepak bola dan solusi untuk apa yang terjadi di lapangan," kata Ran Ben-Shimon.

"Saya tidak berurusan dengan politik apa pun sekarang. Sekarang, saya ingin tim menjadi jauh lebih baik dalam masalah taktis, dalam pendekatan permainan. Dan ini adalah satu-satunya fokus saya. Saya tidak akan merespons apa pun yang tidak terhubung dengan sepak bola," ujar Ben-Shimon menambahkan.

Artikel Tag: Republik Irlandia, Israel, UEFA Nations League

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru