Kanal

Brooks Koepka Akui Masih Punya PR Besar Untuk Perbaiki Hubungan di PGA Tour

Penulis: Hanif Rusli
14 Jan 2026, 12:14 WIB

Brooks Koepka mengaku akan menghadapi reaksi beragam dari rekan-rekan sesama pemain. (Foto: Golf Digest)

Brooks Koepka menyadari kembalinya ia ke PGA Tour tidak akan berjalan mulus.

Untuk pertama kalinya dalam empat tahun, pegolf peraih lima gelar major itu akan tampil di ajang reguler PGA Tour pada Farmers Insurance Open di Torrey Pines.

Namun, ketegangan yang ia rasakan bukan semata soal permainan golf.

Brooks Koepka menjadi pemain pertama yang diizinkan kembali ke PGA Tour setelah hengkang ke LIV Golf pada 2022 demi kontrak bernilai besar dari Arab Saudi.

Ia mengakui masih harus membangun kembali hubungan dengan para pemain yang merasa dirugikan oleh keputusannya saat itu.

“Saya punya banyak pekerjaan rumah dengan beberapa pemain,” kata Koepka. “Ada yang senang saya kembali, tapi pasti ada juga yang marah. Kepergian saya dulu menyakiti banyak orang, dan kalau ada yang kecewa, saya harus memperbaiki hubungan itu.”

Kembalinya Brooks Koepka difasilitasi lewat program satu kali Returning Member Program yang baru disetujui dewan PGA Tour.

Program ini hanya berlaku bagi pemain yang memenangkan major atau The Players Championship sejak 2022. Namun, harga yang harus dibayar tidak kecil.

Koepka diwajibkan menyumbang US$5 juta ke badan amal yang ditentukan PGA Tour, kehilangan hak atas bonus FedEx Cup musim 2026, tidak mendapat sponsor exemption untuk turnamen “signature” bernilai US$20 juta, serta yang paling signifikan, tidak berhak atas kepemilikan saham PGA Tour selama lima tahun ke depan.

PGA Tour memperkirakan total dampak finansial dari sanksi ini bisa mencapai US$50 juta hingga US$85 juta.

“Tidak ada negosiasi,” ujar Koepka soal pembicaraannya dengan CEO PGA Tour Enterprises, Brian Rolapp. “Aturan ini memang dibuat untuk menyakitkan, dan memang terasa. Tapi saya paham. Ini bukan jalan yang mudah.”

Koepka mengaku akan menghadapi reaksi beragam dari rekan-rekan sesama pemain. Ia bahkan menantikan percakapan-percakapan sulit di luar sorotan media.

“Saya gugup, tapi juga bersemangat. Dalam cara yang aneh, saya justru ingin menghadapi percakapan itu,” katanya.

Beberapa pemain PGA Tour menyambut kepulangannya dengan sikap beragam. Jordan Spieth menilai Koepka tak perlu meminta maaf secara berlebihan.

“Dia cukup kembali dan bermain golf dengan baik. Itu bagus untuk semua orang,” kata Spieth.

Sementara itu, Billy Horschel menilai sanksi yang dijatuhkan cukup adil sebagai “harga” untuk kembali dari LIV Golf.

Keputusan Koepka meninggalkan LIV Golf sendiri dipicu berbagai faktor. Negosiasi kontrak yang tak berjalan mulus, cedera lutut, serta keinginan untuk lebih dekat dengan keluarga menjadi alasan utama.

Ia juga mengungkap bahwa situasi keluarga, termasuk keguguran yang dialami istrinya, membuatnya ingin lebih sering berada di rumah.

Kini, fokus Koepka adalah kembali bersaing di panggung yang membesarkan namanya. Ia dijadwalkan tampil di Torrey Pines pada 29 Januari dan melanjutkan ke WM Phoenix Open, turnamen dengan atmosfer penonton paling riuh di dunia golf.

“Saya bisa menghadapinya,” ujar Koepka soal potensi reaksi publik. “Saya harap orang-orang senang melihat saya kembali. Mereka tidak mungkin marah selamanya.”

Bagi Brooks Koepka, kembalinya ke PGA Tour bukan sekadar comeback kompetitif, melainkan proses panjang untuk memulihkan kepercayaan, hubungan, dan identitasnya di dunia golf profesional.

Artikel Tag: brooks koepka

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru