Kanal

Data dan Statistik CompuBox Jelang Pertarungan Mario Barrios vs Ryan Garcia

Penulis: Hanif Rusli
22 Feb 2026, 08:24 WIB

Mario Barrios (kiri) dan Ryan Garcia. (Foto: Fight TV)

Pertarungan perebutan gelar kelas welter WBC antara Mario Barrios dan Ryan Garcia tidak hanya menarik dari sisi rivalitas dan momentum, tetapi juga dari sudut pandang statistik.

Data CompuBox menunjukkan perbedaan mencolok dalam gaya bertarung kedua petinju jelang laga utama “The Ring: High Stakes” di T-Mobile Arena, Las Vegas.

Mario Barrios (29-2-2, 18 KO) akan menjalani pertahanan gelar ketiganya sebagai juara dunia WBC kelas welter.

Ia datang dengan dua hasil imbang beruntun, termasuk melawan legenda tinju delapan divisi yang kini anggota International Boxing Hall of Fame, Manny Pacquiao, pada 19 Juli lalu.

Sementara itu, Ryan Garcia (24-2, 20 KO) memasuki laga perebutan gelar ini setelah kalah angka mutlak dari Rolando “Rolly” Romero pada 2 Mei.

Duel tersebut menjadi ujian besar bagi Garcia untuk membuktikan dirinya masih layak bersaing di level elite.

Berdasarkan rata-rata 10 pertarungan terakhirnya, Barrios mendaratkan 13,5 pukulan per ronde dari 50,8 pukulan yang dilepaskan.

Ia juga aktif dengan jab, rata-rata 28,5 jab per ronde dengan 5,7 yang tepat sasaran. Untuk power punch, ia mendaratkan 7,9 pukulan dari 22,2 percobaan per ronde.

Sebaliknya, dalam delapan laga terakhirnya, Garcia mencatat rata-rata 10,1 pukulan masuk dari 32,5 yang dilepaskan per ronde.

Ia hanya melontarkan 14,2 jab per ronde dengan 2,3 yang mengenai sasaran. Namun untuk pukulan keras, Garcia cukup efisien dengan 7,8 pukulan masuk dari 18,3 percobaan per ronde.

Secara persentase, Garcia lebih tajam dalam power punch dengan akurasi 42,6 persen, dibandingkan 35,6 persen milik Barrios.

Artinya, peluang Ryan Garcia untuk menang besar kemungkinan bergantung pada kemampuannya mendaratkan satu pukulan penentu yang bisa mengubah arah pertarungan.

Namun jika duel berjalan hingga ronde-ronde akhir tanpa momen knockout, keunggulan volume pukulan bisa menjadi faktor kunci bagi Barrios.

Ia rata-rata melepaskan hampir 20 pukulan lebih banyak per ronde dibanding Garcia, terutama melalui jab yang hampir dua kali lipat lebih aktif.

Data juga menunjukkan Mario Barrios mampu meningkatkan intensitas di ronde-ronde akhir.

Saat menghadapi Pacquiao, ia melepaskan rata-rata 75,33 pukulan pada tiga ronde terakhir untuk mengamankan hasil imbang mayoritas.

Dalam duel melawan Abel Ramos pada 2024, ia bahkan mencatat rata-rata 89,33 pukulan pada ronde 10 hingga 12.

Sebaliknya, dalam kekalahan dari Romero, Garcia hanya melepaskan total 38 pukulan di tiga ronde terakhir.

Saat duel yang kemudian dinyatakan no-contest melawan Devin Haney, ia rata-rata hanya melepaskan 29 pukulan pada ronde 10-12.

Statistik tersebut memperlihatkan kontras jelas: Ryan Garcia mengandalkan efisiensi dan daya ledak, sementara Mario Barrios bertumpu pada volume dan stamina.

Pertarungan ini kemungkinan akan ditentukan oleh apakah Garcia mampu mendaratkan pukulan krusial, atau justru Barrios yang mendikte tempo hingga bel akhir berbunyi.

Artikel Tag: Manny Pacquiao, Ryan Garcia, Mario Barrios

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru