De La Hoya Tanggapi Duel Ekshibisi Floyd Mayweather Jr dan Mike Tyson
MIke Tyson vs Floyd Mayweather Jr
Berita Tinju: Rencana pertarungan ekshibisi antara Floyd Mayweather Jr dan Mike Tyson pada 25 April di Republik Demokratik Kongo memunculkan beragam reaksi. Banyak pihak mempertanyakan relevansi duel tersebut, namun Oscar De La Hoya justru melihatnya sebagai tontonan yang berpotensi menghibur.
Mayweather dikenal sebagai mantan juara dunia lima divisi dengan rekor sempurna 50 kemenangan tanpa kekalahan. Laga profesional terakhirnya terjadi pada 2017 saat ia menghentikan Conor McGregor melalui TKO dalam duel yang mencetak angka penjualan besar di pay per view. Sejak itu, Mayweather rutin tampil dalam laga ekshibisi melawan berbagai figur, memanfaatkan popularitasnya sebagai salah satu ikon tinju modern.
Di sisi lain, Tyson adalah mantan juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah, yang mencapai puncak kejayaan pada akhir 1980 an. Dalam beberapa tahun terakhir, ia kembali ke ring untuk laga ekshibisi, termasuk menghadapi Roy Jones Jr. pada 2020. Pada 2024, Tyson bertarung dalam duel delapan ronde melawan Jake Paul dan harus mengakui keunggulan lawannya melalui keputusan angka mutlak. Kekalahan itu terjadi hampir dua dekade setelah pertarungan profesional terakhirnya melawan Kevin McBride pada 2005.
Perbedaan usia dan kelas berat menjadi sorotan utama. Tyson kini berusia 59 tahun, sedangkan Mayweather 48 tahun dan sepanjang kariernya bertarung di kelas ringan hingga super welter. Meski demikian, De La Hoya menilai nilai historis dan nostalgia bisa menjadi daya tarik tersendiri.
“Ini hanya ekshibisi. Dua legenda berbagi ring. Jika mereka bisa memperlihatkan sedikit kilas balik kejayaan masa lalu, saya kira itu akan tetap seru,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa laga tersebut berpotensi menarik perhatian lebih besar dibanding sejumlah acara promosi baru di dunia tinju. Pernyataan itu dianggap sebagai sindiran terhadap promotor lain, termasuk Dana White dan proyek Zuffa Boxing yang belakangan menjadi topik perdebatan.
Terlepas dari pro dan kontra, duel Floyd Mayweather Jr melawan Mike Tyson menunjukkan bahwa daya tarik dua nama besar tetap memiliki kekuatan komersial tinggi. Dalam era ketika hiburan dan olahraga semakin menyatu, laga ekshibisi seperti ini menjadi bukti bahwa nostalgia masih menjadi komoditas yang sangat bernilai di industri tinju global.
Artikel Tag: Floyd Mayweather Jr, Mike Tyson, oscar de la hoya