David Haye Ragukan Status Daniel Dubois Sebagai Raja Tinju Kelas Berat
Daniel Dubois
Berita Tinju - Mantan juara dunia dua divisi, David Haye, memberikan penilaian kritis terhadap klaim yang menyebut Daniel Dubois sebagai petinju kelas berat terbaik di dunia saat ini. Haye menilai kemenangan TKO ronde kedua atas Fabio Wardley belum cukup untuk mengukuhkan posisi Dubois di puncak divisi.
Dubois sukses mempertahankan sabuk juara dunia WBO miliknya dalam laga rematch Sabtu lalu. Berbeda dengan pertemuan pertama yang diwarnai dua kali knockdown, kali ini Dubois tampil sangat dominan dan menjatuhkan Wardley saat duel baru berjalan 17 detik di ronde pembuka.
Penampilan destruktif tersebut memicu opini publik bahwa Dubois merupakan penguasa baru kelas berat, menyusul keputusan Oleksandr Usyk melepaskan tiga sabuk gelarnya pada Juni lalu meski masih memegang status juara linier.
Namun, berbicara kepada talkSPORT, Haye menegaskan bahwa predikat nomor satu di divisi kelas berat masih sangat terbuka, mengingat persaingan ketat dengan pemegang gelar lainnya seperti Filip Hrgovic (juara IBF) dan Agit Kabayel (juara WBC).
"(Dubois) belum sepenuhnya menjadi petinju kelas berat nomor satu hanya karena mengalahkan seseorang seperti Fabio Wardley yang tidak memiliki rekor amatir," ujar Haye.
"Kemenangannya atas Anthony Joshua memang mengesankan. Namun Agit Kabayel belum pernah kalah, dan Filip Hrgovic baru menelan satu kekalahan saat bersua Dubois. Di laga itu, Hrgovic tampil sangat baik sebelum wajahnya terluka parah, sementara Dubois menerima banyak pukulan right hand. Jadi ada argumen kuat bagi mereka semua untuk mengklaim posisi teratas," lanjutnya.
Haye menambahkan bahwa meski Daniel Dubois telah memperbaiki pertahanannya, faktor kondisi fisik Hrgovic yang sempat sakit pada laga pertama bisa membuat hasil duel ulang mereka berbeda. Di sisi lain, Kabayel yang belum terkalahkan juga dinilai memiliki modal kuat untuk memperebutkan takhta tertinggi kelas berat.
Artikel Tag: David Haye, Heavyweight, Daniel Dubois, Fabio Wardley, Filip Hrgovic, Agit Kabayel