Devin Haney Diyakini Sebagai Ancaman Terbesar Shakur Stevenson
Devin Haney
Berita Tinju: Devin Haney dinilai sebagai sosok yang paling berpeluang memberi ujian serius kepada Shakur Stevenson jika keduanya bertemu di kelas welterweight. Penilaian itu disampaikan mantan juara dunia Chris Algieri setelah melihat konsistensi dan atribut teknis yang dimiliki Haney dalam beberapa pertarungan terakhirnya.
Shakur Stevenson sendiri tengah berada di puncak performa setelah menambah koleksi gelar dunia di divisi berbeda. Petinju kidal asal Newark itu baru saja menaklukkan Teofimo Lopez untuk merebut sabuk WBO kelas super ringan, sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu bintang pound for pound terbaik saat ini.
Kemenangan tersebut terasa istimewa karena Lopez sebelumnya dianggap sebagai kekuatan utama di kelas 140 pon. Stevenson menjawab keraguan soal kapasitasnya di divisi baru dengan penampilan dominan, hanya kehilangan satu ronde sebelum dinyatakan menang angka dalam pertarungan di Madison Square Garden, New York.
Dengan pencapaian itu, muncul pertanyaan siapa yang mampu menghentikan lajunya. Chris Algieri menyebut Haney sebagai kandidat paling realistis untuk memberi perlawanan serius, khususnya jika duel terjadi di kelas welterweight 147 pon.
Haney telah mengoleksi gelar dunia di tiga divisi. Ia merebut sabuk WBO kelas welterweight pada November setelah mengalahkan Brian Norman Jr dengan kemenangan angka meyakinkan. Sebelumnya, Haney juga mencatat kemenangan penting atas Regis Prograis serta Vasyl Lomachenko, meski laga melawan Lomachenko memicu perdebatan ketat di kalangan pengamat tinju.
Dalam wawancaranya, Algieri menilai Haney memiliki kombinasi fisik dan teknis yang dibutuhkan untuk menantang Stevenson. “Devin Haney punya peluang terbaik untuk mengalahkan Stevenson. Dia besar, jangkung, atletis, memiliki ring IQ tinggi, jab yang tajam, pergerakan kaki bagus, serta stamina prima,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Itu semua adalah syarat mutlak jika ingin sekadar bersaing dengan Shakur Stevenson. Haney punya atribut tersebut, ditambah pengalaman dan kedewasaan. Dia sudah menghadapi lawan kelas atas.”
Algieri juga menyinggung pertarungan Haney melawan Lomachenko sebagai bukti kualitas. “Jika Anda mampu bertarung seimbang dengan Lomachenko, itu menunjukkan kemampuan Anda menghadapi petinju dengan kecerdasan ring tinggi,” katanya.
Secara gaya, duel Stevenson melawan Devin Haney berpotensi menjadi adu taktik tingkat tinggi. Stevenson dikenal dengan pertahanan rapat dan kontrol jarak yang presisi, sementara Haney mengandalkan jab disiplin serta keunggulan jangkauan.
Jika Stevenson mampu mengalahkan Haney di 147 pon, ia berpeluang menjadi juara dunia di lima divisi, menyamai pencapaian mentornya, Terence Crawford. Namun sebelum itu terjadi, dunia tinju masih menanti apakah kedua nama besar ini benar benar akan dipertemukan di atas ring.
Artikel Tag: Devin Haney, Tinju kelas super ringan, Shakur Stevenson