Kanal

Elena Rybakina Dan Diana Shnaider Siap Berduel Di Cincinnati

Penulis: Dian Megane
18 Agu 2026, 12:43 WIB

Elena Rybakina [image: jimmie48|WTA]

Berita Tenis: Empat bulan lalu, Elena Rybakina dan Diana Shnaider melakoni pertemuan pertama mereka saat berhadapan di babak 16 besar Stuttgart Open musim 2026.

Pertemuan pertama mereka di hard-court kembali terjadi di babak 16 besar — kali ini di Cincinnati Open — setelah keduanya memenangkan babak ketiga mereka dengan dua set langsung, masing-masing melawan petenis berkebangsaan Polandia, Magdalena Frech dan Maja Chwalinska. Kedua petenis berhasil bangkit dari ketertinggalan demi meraih kemenangan tersebut.

Frech sempat unggul 2-0 di set pembuka, kemudian memegang servis untuk memenangkan set kedua saat kedudukan 5-4. Tetapi petenis unggulan kedua, Rybakina memiliki ide lain dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan 6-4, 7-6.

Sementara itu, petenis unggulan ke-14, Shnaider tertinggal 1-4 di set kedua saat menghadapi runner up French Open musim 2026, Chwalinska — yang merupakan laga ulang dari pertemuan mereka di perempatfinal French Open — sebelum memenangkan empat game berturut-turut dan hanya berjarak dua poin dari kemungkinan pertandingan berlanjut ke set penentuan saat kedudukan 6-5. Ia keluar sebagai pemenang dengan mengukir kemenangan 6-2, 7-6.

Di tengah hari yang diwarnai hujan, petenis berkebangsaan Kazakhstan mengakui bahwa ia sempat memantau awan mendung yang mengancam saat berjuang menuntaskan pertandingan melawan Frech di Cincinnati Open.

Kedua petenis terpaksa meninggalkan lapangan sebanyak dua kali selama laga babak ketiga Cincinnati Open yang berlangsung selama 2 jam, pertama setelah sembilan game di set pertama dan sekali lagi pada game ketujuh set kedua.

"Saya melihat awan mendung, tetapi saya berusaha untuk tidak terburu-buru karena hasilnya tidak pernah baik jika kita terburu-buru," ungkap Rybakina seraya mengungkapkan rasa leganya karena berhasil memenangkan enam poin terakhir di babak tiebreak.

"Sejujurnya, hari itu sungguh berat karena kami harus terus-menerus kembali ke lapangan di tengah kondisi cuaca yang mendung dan lembap. Saya merasa memegang kendali permainan saat babak tiebreak, tetapi situasinya memang sulit.”

"Saya sempat memiliki peluang dengan tiga match point, tetapi sulit untuk tetap fokus saat kondisi fisik sudah lelah. Saya senang babak tiebreak itu berakhir dengan kemenangan bagi saya, saya hanya berusaha memenangkan poin sebanyak mungkin."

Sementara itu, Shnaider harus menyesali peluang yang terbuang dalam kekalahannya dari Chwalinska di Roland Garros, Paris pada bulan Juni lalu. Ia mengaku berusaha untuk tidak terlalu memikirkan enam peluang break point yang gagal ia manfaatkan di pertemuan pekan ini, yang terjadi dalam dua game pertama set kedua tepat sebelum pertandingan dihentikan sementara akibat hujan.

Petenis unggulan ke-14 mengatakan bahwa hard-court dengan pantulan bola rendah lebih cocok baginya saat ia menyamakan kedudukan dalam head to head melawan Chwalinska, meskipun ia mengakui variasi ketinggian dan putaran bola yang dilakukan petenis berkebangsaan Polandia masih "cukup efektif" di permukaan lapangan tersebut.

"Saya sangat frustrasi dengan diri sendiri karena saya sempat memiliki beberapa peluang break point tetapi saya gagal memanfaatkannya dan justru kehilangan servis saya," ujar Shnaider.

"Tentu saja saya kesal karenanya dan saya sempat bersiap untuk menghadapi set ketiga sembari berusaha menjaga energi. Tetapi tim saya berkata, 'Hei, itu baru satu kali kehilangan servis. Tidak apa-apa, kau masih bisa memenangkan game-game itu’.”

"Saya juga berbicara dengan Sasha, yang mengatakan, 'Apa yang kau lakukan sudah benar. Jangan memaksakan diri melakukan pukulan yang terlalu berisiko. Kurangi kesalahan sendiri dan bermainlah dengan margin keamanan yang lebih besar.' Saya rasa itulah yang coba saya terapkan saat kembali bermain di lapangan."

Artikel Tag: Cincinnati Open, Magdalena Frech, Elena Rybakina, Diana Shnaider, Maja Chwalinska

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru