Kanal

Audi Tak Buru-buru Bidik Gelar F1, Ini Penjelasan Mattia Binotto

Penulis: Abdi Ardiansyah
09 Jan 2026, 22:01 WIB

Mattia Binotto

Berita F1: Audi menegaskan ambisinya untuk menjadi kekuatan utama Formula 1 dengan target meraih gelar juara dunia pada musim 2030. Target tersebut disampaikan langsung oleh kepala proyek Audi Formula 1, Mattia Binotto, yang menilai proses membangun tim juara membutuhkan waktu, konsistensi, dan fondasi yang matang.

Pabrikan asal Jerman itu akan menjalani debutnya di Formula 1 dengan mengambil alih Sauber serta mengembangkan unit daya sendiri. Pada akhir tahun lalu, Audi menggelar acara di Munich untuk memperkenalkan konsep livery perdana sekaligus menyampaikan visi jangka panjang mereka, termasuk target menjadi penantang gelar dalam lima musim pertama keikutsertaan.

Binotto menegaskan bahwa tujuan utama Audi bukan sekadar meraih kemenangan sesekali, melainkan menjadi standar baru di Formula 1. “Memenangkan balapan, tentu iya. Namun tujuan kami adalah bertarung memperebutkan kejuaraan pada 2030 dan menjadi tolok ukur bagi tim lain,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa target tersebut bisa terasa lama bagi publik dan penggemar. Namun, menurutnya, jika dilihat dari sudut pandang pembangunan organisasi, waktu tersebut justru tergolong singkat. Binotto menilai membangun fondasi tim Formula 1 modern merupakan tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan dalam satu atau dua musim.

Meski begitu, Audi tidak menutup kemungkinan meraih kemenangan lebih cepat. “Jika kami bisa menang sebelum itu, tentu kami akan berusaha. Tetapi jika melihat tim lain, membangun fondasi selalu memakan waktu,” lanjutnya.

Pengalaman panjang Binotto di Ferrari menjadi salah satu dasar pandangannya. Ia mengingatkan bahwa era kejayaan Ferrari bersama Michael Schumacher juga tidak terjadi secara instan. Jean Todt bergabung pada 1993, namun gelar juara baru diraih pada 1999 setelah proses panjang membangun struktur tim, metode kerja, dan sumber daya.

Menurut Mattia Binotto, membangun tim Formula 1 mencakup banyak aspek, mulai dari kualitas sumber daya manusia, interaksi antardepartemen, alat kerja, proses, metodologi, fasilitas, hingga kemampuan manufaktur. Semua elemen tersebut harus selaras untuk menghasilkan performa maksimal.

Ia juga mengibaratkan perjalanan Audi seperti klub sepak bola yang ingin naik level. Sauber, sebagai tim independen, dinilai telah bekerja dengan baik. Namun untuk menargetkan gelar juara dunia, Audi perlu merancang perjalanan jangka panjang yang terencana.

“Bukan karena namanya Audi, lalu langsung juara. Untuk mencapai puncak, dibutuhkan rencana jelas dan beberapa musim untuk mencapainya,” tegas Binotto.

Artikel Tag: Audi, Mattia Binotto, F1 2026, Sauber

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru