Guanyu Zhou Percaya Miliki Masa Depan Cerah Bersama Cadillac
Guanyu Zhou
Berita F1: Guanyu Zhou resmi bergabung dengan Cadillac Formula 1 sebagai test dan reserve driver untuk musim 2026. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam upaya pebalap berusia 26 tahun tersebut kembali ke kursi balap utama, setelah sempat tersisih dari grid F1 pada akhir musim 2024.
Zhou sebelumnya membela Alfa Romeo Sauber yang kemudian beroperasi dengan nama Stake pada periode 2022 hingga 2024. Namun, ia kehilangan kursinya bersamaan dengan Valtteri Bottas dan menghabiskan musim berikutnya sebagai pebalap cadangan Ferrari. Kini, keduanya kembali berada dalam satu proyek bersama Cadillac, dengan Sergio Perez menjadi pebalap utama lainnya.
Menurut Zhou, ketertarikannya pada Cadillac tidak muncul secara tiba-tiba. Ia mengaku telah mengamati secara langsung proses pembentukan tim yang didukung General Motors tersebut sepanjang satu tahun terakhir. Hal itu memberinya keyakinan bahwa Cadillac bukan sekadar hadir untuk melengkapi jumlah peserta di grid Formula 1.
“Hal pertama tentu saya sangat antusias dengan proyek baru ini,” ujar Zhou. Ia menjelaskan bahwa faktor kedekatan dengan orang-orang kunci di dalam tim menjadi nilai tambah, termasuk Graeme Lowdon selaku team principal yang juga merupakan manajernya, serta Bottas dan sejumlah insinyur yang sudah ia kenal.
Lebih dari itu, Zhou menilai Cadillac memiliki arah yang jelas. Ia menyebut tim tersebut memiliki target bertahap, mulai dari membangun fondasi kuat hingga berambisi menjadi kekuatan papan tengah, sebelum melangkah lebih jauh di masa depan. Visi jangka panjang inilah yang menurutnya menjadi daya tarik utama.
Zhou juga melihat hubungan ini sebagai kerja sama yang saling menguntungkan. Di satu sisi, peran sebagai satu-satunya pebalap cadangan membuka peluang terbesar baginya untuk kembali mengemudi di ajang balap utama. Di sisi lain, Cadillac mendapatkan sosok berpengalaman yang dapat membantu pengembangan mobil.
Ia menilai pengalaman yang ia peroleh selama beberapa musim terakhir, termasuk perannya di Ferrari, bisa menjadi aset berharga bagi tim baru tersebut. Apalagi Formula 1 akan memasuki era regulasi baru pada 2026, yang menuntut pemahaman teknis mendalam dan adaptasi cepat.
Menurut Guanyu Zhou, kombinasi antara dua pebalap utama yang sangat berpengalaman dan kontribusi data dari dirinya dapat membantu mempercepat proses pengembangan tim. Ia yakin pengalaman tersebut akan memberi keuntungan dibandingkan jika tim hanya mengandalkan pebalap yang minim jam terbang di Formula 1.
Artikel Tag: Guanyu Zhou, Cadillac, F1 2026