Kanal

Sergio Perez Ungkap Sisi Gelap Jadi Tandem Verstappen

Penulis: Abdi Ardiansyah
06 Jan 2026, 17:10 WIB

Max Verstappen dan Sergio Perez

Berita F1: Sergio Perez mengulas kembali perjalanan kariernya bersama Red Bull yang penuh tekanan dan dinamika rumit. Pebalap berusia 35 tahun tersebut bergabung dengan tim asal Milton Keynes pada awal musim 2021 sebagai pengganti Alex Albon, sebelum akhirnya berpisah pada akhir musim 2024.

Meski hubungannya dengan Red Bull berakhir kurang ideal, Perez akan kembali ke Formula 1 pada musim ini setelah menandatangani kontrak jangka panjang bersama Cadillac. Di tim anyar tersebut, ia akan berduet dengan Valtteri Bottas, sekaligus membuka peluang menutup kariernya di level tertinggi dengan catatan positif.

Pada awal kebersamaannya dengan Red Bull, Perez sempat tampil impresif mendampingi Max Verstappen. Ia bahkan beberapa kali mampu mengungguli pebalap Belanda tersebut. Puncaknya terjadi pada musim 2023, ketika Perez finis di posisi kedua klasemen pebalap, tepat di belakang Verstappen, sekaligus mengantar Red Bull meraih finis satu dua pertama dalam sejarah kejuaraan pebalap Formula 1.

Namun situasi berubah drastis pada 2024. Setelah mengawali musim dengan cukup solid, performa Perez menurun secara konsisten. Rentetan hasil kurang memuaskan akhirnya berujung pada perpisahan dengan Red Bull di akhir musim.

Dalam sebuah wawancara, Perez mengakui situasi internal tim menjadi semakin rumit seiring berjalannya waktu. “Kami punya tim terbaik. Sayangnya semuanya berantakan. Kami sebenarnya memiliki paket untuk mendominasi olahraga ini dalam waktu lama,” ujar Perez. “Menjadi rekan Max di Red Bull adalah pekerjaan terbaik sekaligus terburuk di Formula 1.”

Sergio Perez menilai banyak pihak kerap melupakan betapa sulitnya mengisi kursi tersebut. Ia menyebut tekanan muncul dari berbagai arah, terutama ketika hasil di lintasan tidak sesuai ekspektasi internal tim.

Kesulitan utama Perez muncul ketika Red Bull memperkenalkan pembaruan mobil. Paket pengembangan tersebut dinilai lebih cocok dengan gaya mengemudi Verstappen, sehingga membuat Perez kesulitan menjaga konsistensi. Ia justru sering tampil lebih kompetitif pada awal musim, saat karakter mobil masih lebih berat dan memberinya rasa percaya diri lebih tinggi.

Menurut Perez, bahkan ketika ia mampu menandingi Verstappen, situasi di dalam tim justru menjadi semakin tegang. “Hampir semuanya dianggap salah. Jika saya sangat cepat, itu masalah. Jika saya lebih lambat dari Max, itu juga masalah,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut memberi pelajaran besar bagi Sergio Perez. Ia menyadari bahwa dalam kondisi penuh tekanan, yang terpenting adalah memaksimalkan situasi yang ada tanpa terus mengeluh. Kini, bersama Cadillac, Perez berharap dapat memanfaatkan pengalaman tersebut untuk membangun kembali performanya dan menutup karier Formula 1 dengan hasil yang lebih memuaskan.

Artikel Tag: Sergio Perez, Max Verstappen, Red Bull

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru