Garcia Yakin Devin Haney Mampu Taklukkan Jaron Ennis
Devin Haney
Berita Tinju - Ryan Garcia memberikan prediksi mengejutkan mengenai masa depan divisi kelas menengah junior. Juara dunia kelas welter versi WBC itu meyakini Devin Haney merupakan sosok yang mampu menghentikan laju impresif Jaron Ennis.
Nama Ennis sedang menjadi sorotan setelah tampil dominan saat menghadapi Xander Zayas akhir pekan lalu. Petinju berjuluk "Boots" itu menang TKO pada ronde ketujuh setelah tiga kali menjatuhkan lawannya, sekaligus merebut gelar juara dunia kelas menengah junior versi WBO dan WBA.
Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Ennis sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petinju terbaik di divisi 154 pon. Kini ia semakin dekat dengan peluang menjadi juara dunia tak terbantahkan, mengingat sabuk WBC masih dipegang Sebastian Fundora, sedangkan gelar IBF berada di tangan Josh Kelly.
Sejumlah pengamat pun mulai membahas kemungkinan duel besar antara Ennis dan Vergil Ortiz Jr, yang hingga kini belum bertanding lagi sejak mengalahkan Erickson Lubin melalui knockout pada ronde kedua pada November lalu.
Namun, Garcia memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, bukan Ortiz yang akan menjadi ancaman terbesar bagi Ennis, melainkan Devin Haney.
Haney saat ini merupakan juara dunia kelas welter versi WBO setelah mengalahkan Brian Norman Jr melalui kemenangan angka mutlak pada November. Meski masih berlaga di kelas welter, Garcia menilai postur tubuh dan kemampuan teknis Haney cukup ideal untuk naik ke kelas menengah junior.
Melalui unggahan di media sosial, Garcia secara terbuka menyampaikan keyakinannya.
"Kalian mungkin akan terkejut, tetapi Devin sebenarnya bisa mengalahkan Boots," tulis Garcia.
Pernyataan tersebut langsung memancing respons dari penggemar tinju. Banyak yang menilai Ennis memiliki ukuran tubuh, kekuatan, dan agresivitas yang lebih unggul dibanding Haney. Namun, sebagian lainnya menilai gaya bertahan, kecepatan tangan, serta kecerdasan Haney dapat menjadi faktor penentu apabila duel itu benar benar terwujud.
Garcia sendiri bukan sosok asing bagi Haney. Keduanya pernah bertemu pada April 2024 dalam salah satu pertarungan terbesar di Amerika Serikat. Saat itu Garcia sempat dinyatakan menang melalui majority decision setelah menjatuhkan Haney tiga kali.
Namun hasil tersebut kemudian dibatalkan dan berubah menjadi no contest setelah Garcia dinyatakan positif menggunakan ostarine, zat yang masuk daftar terlarang. Akibat pelanggaran tersebut, Garcia menerima sanksi larangan bertanding selama satu tahun.
Kini, dengan Ennis terus menunjukkan performa impresif dan Devin Haney masih membangun karier di kelas welter, peluang pertemuan keduanya memang belum dekat. Meski demikian, komentar Garcia kembali memanaskan perdebatan mengenai siapa petinju yang paling berpeluang menghentikan dominasi Jaron Ennis di masa depan.
Artikel Tag: Devin Haney, Kelas Menengah Junior, Ryan Garcia, Jaron Ennis