Gattuso Minta Lazio Tetap Membumi Usai Menang vs Parma
Gennaro Gattuso
Berita Liga Italia: Gennaro Gattuso menghimbau Lazio untuk membumi dan fokus pada target-target realistis meski memimpin klasemen sementara Serie A menyusul kemenangan atas Parma 2-1 di pertandingan Sabtu (24/10) malam waktu setempat.
Lazio mengoleksi 22 poin dari maksimal 24 poin setelah mengalahkan Parma di pertandingan kedelapan musim 2026/27. Kenneth Taylor membuka gol setelah turun minum, sedangkan defender Ducali, Diego Carlos mencetak gol bunuh diri. Sedangkan tim tamu membalas satu gol melalui Simone Lontani di menit akhir akan tetapi sudah terlambat untuk mengubah hasil pertandingan.
Dalam wawancara setelah pertandingan Gennaro Gattuso mengungkapkan rasa leganya setelah berhasil mengatasi tantangan yang ia gambarkan sebagai ‘batu sandungan’, sembari mengkritik para pemain bertahannya atas kesulitan yang mereka alami di awal laga.
“Bagi saya, pertandingan hari ini berpotensi menjadi batu sandungan, persis seperti laga melawan Monza. Sejarah Lazio menunjukkan bahwa kekalahan telak sering kali terjadi setelah kemenangan besar. Hari ini, kami kembali melangkah maju. Hasil buruk bisa saja menghapus semua pencapaian kami seminggu yang lalu,”jelas sang pelatih via LaLazioSiamoNoi.
“Kami tahu gaya permainan lawan bisa menyulitkan kami. Dalam 15 menit pertama, Provstgaard dan Sutalo tampak kurang fokus, sehingga kami sempat mengalami kesulitan. Setelah itu, kami mampu membangun serangan dengan baik melalui sisi lapangan, terutama di sisi kiri, namun tempo permainan kami terlalu lambat.
“Kondisi lapangan juga tidak mendukung; kondisinya sangat buruk. Kemudian, kami meningkatkan tempo, menjaga penguasaan bola, dan membiarkan kualitas permainan kami muncul. Kami tampil sangat baik dalam mengantisipasi serangan lawan, dan performa seperti ini harus terus dipertahankan.”
Sementara itu menurut Gattuso seharusnya Davide Frattesi mendapat hadiah penalti di awla pertandingan setelah dijatuhkan oleh pemain Parma, Mariano Triolo di dalam kotak penalti. Namun demikian, ia meminta para pemainnya untuk tetap tenang dan tidak mengikuti contoh buruk saat dirinya masih bermain.
“Saya harus memuji para pemain karena tidak melakukan protes yang berujung pada kartu. Dari sudut pandang kami, kejadian tersebut tampak seperti penalti, tetapi wasit telah mengambil keputusannya,”jelasnya
“Saya harus mengapresiasi tim karena tetap tenang. Kartu kuning seharusnya diterima saat harus mencegah gol, bukan karena melakukan protes. Dan ini dikatakan oleh seseorang yang dulu sangat ahli dalam hal memprotes! Dulu saya tidak pernah bisa diam. Bahkan, saya memegang rekor untuk urusan itu! Saya harus memuji para pemain atas kedisiplinan mereka.
“Beberapa hari lalu, saya sempat berdebat dengan dua atau tiga pemain saat memimpin sesi latihan. Mereka bahkan menyuruh saya pergi berkali-kali! Awalnya saya melihat kejadian itu dari satu sisi, tetapi setelah melihat tayangan ulangnya, saya sadar telah membuat tiga kesalahan konyol. Wasit pun bisa melakukan kesalahan.”