Tyler Watts Lolos Cut PGA Tour, Belajar Hadapi Tekanan di Usia 18 Tahun
Tyler Watts
Berita Golf - Tyler Watts memang bukan pemain baru di PGA Tour, tetapi pengalaman tampil di level profesional masih menjadi proses pembelajaran bagi pegolf berusia 18 tahun tersebut.
Mahasiswa baru tim golf putra University of Tennessee itu berhasil mencatat total 4 under par setelah dua putaran Biltmore Championship di Asheville, North Carolina. Hasil tersebut membuat Watts lolos cut dengan keunggulan dua pukulan dan berhak tampil pada dua putaran terakhir.
Watts menutup putaran kedua pada 18 September dengan skor 67, atau 4 under par. Meski mendapatkan hasil positif, ia merasa masih meninggalkan sejumlah peluang di lapangan.
“Putarannya cukup berat. Saya tidak memukul bola dengan baik dan sempat melalui beberapa periode ketika putting saya bagus, lalu kembali buruk. Jadi hasilnya cukup baik, meski saya berharap bisa bermain lebih bagus,” ujar Watts.
Biltmore Championship menjadi turnamen PGA Tour ketiga dalam karier Watts. Sebelumnya, ia tampil di Procore Championship 2025 dan mencatat 3 under par, kemudian bermain di Butterfield Bermuda Championship dengan hasil 4 over par.
Saat ini, Watts juga menempati posisi kedua dalam World Amateur Golf Ranking. Status tersebut membuat penampilannya di Biltmore Championship semakin mendapat perhatian.
Pada putaran pertama, Watts bermain even par. Ia sempat kesulitan menutup ronde setelah mencatat dua bogey dan satu birdie dalam tiga hole terakhir. Masalah tersebut berlanjut pada awal putaran kedua ketika ia kembali membuat dua bogey.
Namun, Watts mampu bangkit. Ia mencatat tiga birdie dalam empat hole berikutnya dan akhirnya membukukan tujuh birdie sepanjang ronde untuk menyelesaikan permainan dengan skor 67.
Menurut Tyler Watts, tantangan terbesar bukan hanya permainan golf, tetapi juga tekanan yang muncul ketika tampil di hadapan penonton dan kamera PGA Tour.
“Menurut saya, dua hari ini saya belum mengelolanya dengan baik. Saya tidak memiliki ayunan terbaik dan tidak berada dalam kondisi permainan terbaik. Jadi saya hanya berusaha keras menjaga bola tetap dalam permainan dan memasukkannya ke hole. Itu jauh lebih menguras energi dibandingkan ketika saya bermain dengan santai,” tuturnya.
Watts sebelumnya mendapat penghargaan preseason first team All American dari Golfweek dan Golf Channel. Ia juga masuk dalam daftar kandidat Fred Haskins Award, penghargaan tahunan untuk pegolf terbaik di Divisi I NCAA.
Menariknya, Watts dan Tyler Mawhinney dari Vanderbilt menjadi dua mahasiswa baru yang masuk dalam daftar tersebut.
Pengalaman tampil di PGA Tour kini menjadi kesempatan penting bagi Watts untuk mengembangkan mental bertanding. Ia mengaku tekanan untuk lolos cut dan menghasilkan skor bagus terasa jauh lebih besar dibandingkan turnamen lainnya.
“Bagian tersulit bagi saya adalah ekspektasi dan naik turunnya emosi sepanjang ronde. Di turnamen lain, perubahan emosi itu tidak terlalu menguras tenaga. Di sini berbeda karena saya berusaha keras untuk lolos cut dan mencatat skor bagus. Ini adalah panggung terbesar,” katanya.
Setelah menyelesaikan Biltmore Championship, Tyler Watts akan kembali bergabung dengan Tennessee untuk menjalani musim pertamanya di level perguruan tinggi. Ia mengaku tidak sabar kembali bermain bersama rekan setimnya.
“Pelatih Brennan Webb tentu menjadi faktor besar. Dia sudah membangun hubungan yang baik dengan saya dan keluarga sejak awal proses perekrutan. Kami juga memiliki rekan setim yang bagus di Tennessee. Saya sangat senang bersama mereka dan tidak sabar untuk memulai,” ujar Watts.