Kanal

Hal Yang Buat Alexandra Eala Kini Hampir Dipastikan Kena Sanksi WTA

Penulis: Dian Megane
13 Sep 2026, 20:44 WIB

Alexandra Eala [image: getty images]

Berita Tenis: Alexandra Eala yang baru saja menorehkan pencapaian bersejarah di US Open, kini akan bertolak ke Singapura di tengah jadwalnya yang padat.

Namun, turnamen WTA level tersebut lebih terasa sebagai ajang persiapan menuju turnamen yang jauh lebih penting baginya, mengingat ia kemudian akan pergi ke Nagoya untuk mewakili Filipina di Asian Games.

Kesempatan untuk mewakili negara yang senantiasa memberikan dukungan kepadanya selama satu musim terakhir dan sebelumnya adalah hal yang tidak mungkin ia tolak, meskipun itu berarti ia harus melewatkan China Open. Itu jelas merupakan pengorbanan yang bersedia dilakukan sang petenis, bahkan di tengah bayang-bayang ancaman sanksi WTA.

Harapannya adalah situasi tidak akan sampai pada titik ini dan badan pengatur tenis putri akan bersikap bijak mengingat betapa pentingnya representasi nasional bagi para petenis. Sayangnya, kenyataannya tidak demikian.

Kini terasa agak ironis bahwa mundurnya dua pesaing terberat Eala dalam perebutan medali emas dari Asian Games sempat disambut dengan rasa lega, mengingat kita kini mengetahui alasan di baliknya. Pasalnya, petenis peringkat 35 dunia, Janice Tjen telah mengungkapkan melalui media sosial bahwa ia tidak dapat mewakili Indonesia karena WTA tidak memberikan pengecualian baginya.

Tjen menulis, “Setelah melalui banyak pertimbangan, saya harus mengambil keputusan sulit bahwa saya tidak dapat berkompetisi di Asian Games tahun ini, yang berlangsung bersamaan dengan turnamen wajib WTA level 1000 di Beijing.”

“Kami telah menerima konfirmasi dari WTA bahwa sayangnya, saya tidak diberikan pengecualian untuk bertanding di Asian Games.”

Meskipun jelas mengapa pihak WTA enggan mengizinkan sejumlah bintang terbesarnya pergi mengikuti ajang multiolahraga bergengsi di benua Asia, rasanya sangat tidak adil untuk secara aktif menghukum mereka karena lebih memilih mewakili tanah kelahiran mereka.

Bagaimanapun, itu adalah kawasan yang menjunjung tinggi kebanggaan nasional dan kesempatan untuk tampil serta meraih kemenangan bagi negara merupakan hal yang sangat utama.

Sungguh memalukan jika dedikasi yang patut dipuji justru dipatahkan dengan sanksi, terutama karena para petenis sendiri sangat menyadari pengorbanan yang harus mereka lakukan dengan melewatkan salah satu turnamen terbesar dalam kalender kompetisi.

Eala patut diapresiasi karena tampaknya mengabaikan ancaman-ancaman tersebut, namun Tjen pun tidak bisa disalahkan jika akhirnya memilih untuk mengalah. Bagaimanapun juga, WTA telah melakukan kesalahan serius dengan tidak memberikan pengecualian bagi para peserta Asian Games dan hal tersebut dapat memicu rasa kecewa serta sakit hati yang mendalam bagi banyak petenis di masa mendatang.

Artikel Tag: Asian Games, China Open, Alexandra Eala

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru