Insinyur Honda Ungkap Bakat Spesial Marc Marquez Terlihat Sejak Era Moto2
Marc Marquez
Berita MotoGP: Kehebatan Marc Marquez di MotoGP ternyata bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Jauh sebelum debutnya bersama Honda, bakat spesial sang pebalap sudah terbaca jelas oleh para insinyur berpengalaman.
Nama Marc Marquez sudah lama identik dengan kecepatan, keberanian, dan mental juara. Namun di balik delapan gelar juara dunia yang kini ia koleksi, ada satu keunggulan mendasar yang sudah terlihat bahkan sebelum ia menjejakkan kaki di MotoGP bersama Honda pada 2013.
Marquez dikenal sebagai pebalap yang selalu menantang batas, baik secara fisik maupun mental. Ia berkali-kali bangkit dari cedera serius yang bagi pebalap lain bisa menjadi akhir karier. Puncaknya terjadi pada musim 2025, ketika ia kembali meraih gelar juara dunia bersama Ducati, membuktikan bahwa dirinya masih berada di level tertinggi meski gaya balapnya sudah jauh lebih matang dibanding era Honda.
Menariknya bakat paling menonjol Marquez justru sudah teridentifikasi saat ia masih berlaga di Moto2. Mantan kru Repsol Honda, Takeo Yokoyama, yang saat itu bekerja sebagai insinyur Dani Pedrosa, mengungkap bahwa ia langsung melihat sesuatu yang berbeda dari Marquez.
“Ketika Marc masih di Moto2, saya bisa melihat dia mengendarai motor dengan cara yang sangat spesial,” ujar Yokoyama dalam buku Marc The Magnificent karya Mat Oxley.
“Gaya balapnya sangat bertumpu pada pengereman, dan itu adalah gaya yang paling cocok dengan motor Honda saat itu.”
Menurut Yokoyama, Marquez berani menekan ban depan secara ekstrem saat memasuki tikungan. Kemampuan mengerem keras sambil tetap menjaga kontrol motor membuatnya unggul, terutama di tikungan-tikungan stop and go.
“Dia memaksimalkan ban depan dengan luar biasa dan mendapatkan banyak keuntungan di area pengereman,” jelasnya.
Keunggulan ini pula yang kemudian menjadi fondasi kesuksesan Marquez di MotoGP. Meski kerap terlihat seperti memaksakan motor melewati batas, justru di situlah letak keistimewaannya. Ia mampu mengendalikan situasi yang bagi pebalap lain terasa mustahil.
Sempat ada kemungkinan Marquez naik ke MotoGP satu tahun lebih cepat, yakni pada 2012, jika ia mampu menuntaskan musim Moto2 2011 tanpa cedera. Namun kecelakaan di Malaysia menggagalkan peluang tersebut. Meski begitu keputusan bertahan satu musim lagi di Moto2 justru dinilai sebagai langkah terbaik bagi perkembangannya.
Musim 2012 membuat Marc Marquez semakin matang, hingga akhirnya ia benar-benar siap saat debut MotoGP 2013. Sejak saat itu, dunia balap motor menyaksikan lahirnya salah satu pebalap paling berpengaruh dalam sejarah MotoGP.
Artikel Tag: Marc Marquez, Moto2, Honda