Jack Miller Kisahkan Debut Marc Marquez di 2013 Buat MotoGP Lebih Hidup
Jack Miller dan Marc Marquez
Berita MotoGP: Debut Marc Marquez di MotoGP pada 2013 bukan hanya mengubah peta persaingan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam terutama bagi para pebalap muda. Jack Miller yang saat itu masih berlaga di Moto3, mengungkap bagaimana kemunculan Marquez membuat MotoGP terasa jauh lebih hidup.
Marc Marquez langsung mengguncang MotoGP sejak musim debutnya pada 2013. Pebalap Spanyol itu mencetak sejarah dengan finis podium pada balapan pertamanya di Qatar, lalu meraih kemenangan perdana di Circuit of the Americas hanya beberapa seri kemudian. Dalam waktu singkat, ia menegaskan diri sebagai talenta luar biasa dan membuka jalan menuju era dominasi bersama Honda.
Kecepatan dan keberanian Marquez tidak hanya mengejutkan para rivalnya di lintasan, tetapi juga menarik perhatian pebalap muda yang saat itu masih berjuang di kelas bawah. Salah satunya adalah Jack Miller, yang pada 2013 masih berkompetisi di Moto3.
Dalam biografi Marc The Magnificent karya Mat Oxley, Miller mengenang betapa besar dampak kehadiran Marquez terhadap atmosfer MotoGP.
“MotoGP butuh sesuatu yang membuatnya lebih hidup, dan Marc melakukan itu,” ujar Miller. Menurut pebalap Australia tersebut, intensitas balapan meningkat drastis sejak Marquez naik ke kelas premier.
Pandangan Miller sejalan dengan penilaian Valentino Rossi pada periode yang sama. Rossi menggambarkan perubahan itu dengan cukup gamblang.
“Sekarang rasanya seperti pertandingan tinju, saling serang dengan para pebalap yang sangat agresif,” ucap Rossi kala itu. Gaya balap Marquez yang menyerang sejak lap awal membuat MotoGP terasa lebih keras dan penuh risiko.
Miller sendiri baru naik ke MotoGP pada 2015, dua tahun setelah debut Marquez. Ia mengakui tidak seberuntung rivalnya itu dalam hal kesiapan. Melompat langsung dari Moto3 ke MotoGP tanpa melalui Moto2 membuatnya butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi. Meski begitu pengalaman menyaksikan Marquez sejak awal memberinya gambaran jelas tentang standar tertinggi di kelas premier.
Setelah bekerja lebih dekat dengan Marquez di lintasan, Miller semakin memahami kunci kesuksesan rivalnya. Ia menilai pendekatan Marquez dalam mencari batas motor tergolong ekstrem, bahkan cenderung nekat. Namun justru dari situlah lahir konsistensi dan gelar demi gelar juara dunia.
Menariknya pada musim 2013 saat Marc Marquez mencuri perhatian dunia, Miller masih berada di fase pembelajaran. Ia menuntaskan musim Moto3 di posisi ketujuh klasemen tanpa satu pun podium. Baru pada 2014 performanya melonjak dengan enam kemenangan, yang akhirnya mengantarkannya langsung ke MotoGP pada 2015.
Lebih dari satu dekade berselang, Miller dan Marquez masih berbagi lintasan di MotoGP. Bagi Miller, fakta itu menjadi bukti bahwa debut Marquez pada 2013 bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan awal dari era panjang yang benar-benar mengubah wajah MotoGP.
Artikel Tag: Marc Marquez, Jack Miller, MotoGP 2026