James Toney Tegaskan Crawford dan Stevenson Belum Sehebat Dirinya
James Toney
Berita Tinju: Terence Crawford dan Shakur Stevenson saat ini berada di puncak perbincangan dunia tinju. Keduanya dianggap sebagai simbol keunggulan generasi modern, namun pandangan tersebut tidak sepenuhnya diamini oleh James Toney. Petinju legendaris yang kini telah masuk Hall of Fame itu menilai bahwa dominasi Crawford dan Stevenson masih belum menyentuh standar yang ia tetapkan semasa aktif bertarung.
Crawford resmi mengakhiri karier profesionalnya pada Desember lalu setelah meraih kemenangan besar atas Saul Canelo Alvarez. Kemenangan tersebut melengkapi pencapaian luar biasa petinju asal Omaha itu sebagai juara dunia undisputed di tiga kelas berbeda, sebuah prestasi langka dalam sejarah tinju modern. Banyak pengamat kemudian menempatkannya sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa di eranya.
Di sisi lain, Shakur Stevenson juga mencuri perhatian lewat kemenangan mutlak atas Teofimo Lopez. Petinju kidal asal Newark itu tampil dominan sepanjang laga dan menyapu bersih kartu nilai juri. Hasil tersebut membuat Stevenson tercatat sebagai petinju termuda ketiga yang berhasil merebut gelar juara dunia di empat divisi berbeda, sebuah pencapaian yang mengukuhkan statusnya sebagai bintang pound for pound.
Meski mengakui kualitas keduanya, James Toney menilai ada perbedaan mendasar antara sekadar menang angka dan menunjukkan dominasi sejati. Dalam pernyataannya kepada media tinju Amerika, Toney menyebut bahwa penampilan Crawford dan Stevenson belum mencerminkan kehancuran total terhadap lawan.
“Ia memang tampil bagus, tapi itu belum bisa disebut sebagai penampilan ala saya. Setiap kali saya tampil di panggung besar, melawan petinju kelas dunia, saya benar benar menguasai jalannya pertarungan,” ujar Toney dengan nada tegas.
James Toney juga menyoroti gaya bertarung Crawford yang dinilainya terlalu mengandalkan kontrol ronde. “Saya menghormati Terence Crawford, dia petinju hebat. Namun ia belum melakukan apa yang saya lakukan. Saya bukan hanya menang ronde, saya menyakiti lawan, menghentikan mereka, itulah alasan julukan Lights Out melekat pada saya,” katanya.
Meski demikian, peluang Stevenson untuk memperbesar warisan prestasinya masih terbuka lebar. Di usia 28 tahun, ia disebut memiliki potensi naik ke kelas welterweight. Jika mampu meraih gelar di divisi tersebut, Stevenson berpeluang menjadi petinju ketujuh dalam sejarah yang sukses meraih gelar juara dunia di lima kelas berbeda.
Artikel Tag: Terence Crawford, Shakur Stevenson