Kanal

Kehilangan Sabuk WBC, Masa Depan Shakur Stevenson Jadi Sorotan

Penulis: Abdi Ardiansyah
08 Feb 2026, 19:50 WIB

Shakur Stevenson

Berita Tinju: Shakur Stevenson tampaknya akan melanjutkan kiprahnya di kelas super ringan 140 pon setelah sukses merebut gelar juara dunia WBO. Keputusan ini muncul menyusul pencopotan sabuk WBC kelas ringan yang sebelumnya ia pegang, sebuah langkah federasi yang memicu kekecewaan dari pihak petinju.

Stevenson tampil dominan saat mengalahkan Teofimo Lopez di New York pada akhir pekan lalu. Kemenangan tersebut tak hanya mengantarkannya menjadi juara dunia di kelas super ringan, tetapi juga memperkuat reputasinya sebagai salah satu petinju paling teknis di generasinya. Seusai laga, Stevenson sempat melontarkan tantangan kepada petinju kelas welterweight Conor Benn, meski tetap membuka peluang kembali ke kelas ringan demi ambisi meraih status undisputed.

Namun, rencana itu terganggu setelah WBC secara mendadak mencopot sabuk hijau emas miliknya. Keputusan tersebut dinilai kontroversial dan tidak diterima dengan baik oleh Stevenson. Dengan kondisi tersebut, opsi bertahan di kelas super ringan kini menjadi pilihan paling realistis, terlebih ia masih berstatus juara WBO.

Selain itu, Stevenson disebut hanya bersedia naik ke kelas welterweight jika lawannya menyetujui klausul rehidrasi 10 pon. Persyaratan tersebut diyakini membuat banyak petinju enggan mengambil laga, sehingga peluang Stevenson menetap di 140 pon semakin besar.

Situasi ini membuka peluang pertarungan besar lain. Juara dunia WBA kelas super ringan, Gary Antuanne Russell, secara terbuka menyatakan ketertarikannya menghadapi Shakur Stevenson. Dalam wawancara bersama Smitty Lewis, Russell mengaku tidak terkejut dengan hasil laga Stevenson kontra Lopez.

“Saya sudah bilang dari awal bagaimana pertarungan itu akan berjalan. Shakur akan menekan, menjaga jarak, dan mengontrol laga. Kalau Teofimo tidak datang dengan rencana yang tepat, dia pasti kalah,” ujar Russell. Ia menambahkan bahwa Lopez gagal menunjukkan performa terbaiknya seperti saat menghadapi Vasyl Lomachenko.

Russell menilai kelas super ringan saat ini sangat kompetitif dan penuh peluang. “140 pon sedang panas. Saya siap menghadapi juara mana pun. Saya memang sedang mengejar sabuk,” katanya, memberi sinyal kuat ketertarikan pada laga unifikasi melawan Stevenson.

Meski demikian, Russell belum bisa sepenuhnya memikirkan duel besar tersebut. Ia harus lebih dulu menghadapi penantang wajib Andy Hiraoka dalam dua pekan ke depan. Pertarungan itu akan digelar di Las Vegas sebagai bagian dari undercard laga Mario Barrios melawan Ryan Garcia.

Dengan dinamika gelar yang terus berubah, kelas super ringan berpotensi menjadi panggung utama bagi duel elite berikutnya, dengan nama Shakur Stevenson berada di pusat perhatian.

Artikel Tag: Tinju kelas super ringan, Shakur Stevenson, Gary Antuanne Russell

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru