Jelang Final Di Paris, Alexander Zverev Berharap Tak Ulangi Kesalahan
Alexander Zverev [image: getty images]
Berita Tenis: Alexander Zverev akan melakoni final Grand Slam keempat dalam kariernya di French Open musim 2026 dan membutuhkan kemenangan yang tepat. Pengalaman negatif sebelumnya bisa menjadi pelajaran berharga.
Petenis berkebangsaan Jerman tidak mengecewakan saat menghadapi ujian teranyar yang diberikan Roland Garros kepadanya, setelah ia memetik kemenangan atas petenis berkebangsaan Ceko, Jakub Mensik demi kembali -- dua musim kemudian -- ke final French Open.
Final French Open musim ini akan menjadi final Grand Slam keempat petenis unggulan kedua, sebuah tantangan yang masih menantinya. Menginjak usia 29 tahun, ia belum pernah mendapatkan undian seuntung musim semi tahun ini, setelah sejumlah petenis favorit berguguran di awal-awal turnamen.
Menantikan juara Olimpiade Tokyo tahun 2021 adalah petenis berkebangsaan Italia, Flavio Cobolli. Petenis berkebangsaan Jerman unggul dalam head to head mereka dengan 3-1. Musim ini mereka telah bertemu sebanyak dua kali sebelumnya dengan petenis berkebangsaan Italia memenangkan pertemuan mereka di Munich dan petenis berkebangsaan Jerman membalasnya ketika mereka bertemu di Madrid.
“Pada hari Minggu (7/6), saya akan mencoba untuk melakukan servis dengan lebih baik daripada kali ini, yaitu 76% (sambil tertawa). Tidak, serius, Flavio adalah petenis dan individu yang hebat, saya sangat menyukainya. Saya juga sangat menyukai ayahnya, mereka berdua adalah orang-orang yang sangat baik bagi saya,” ungkap Zverev.
“Saya menantikan untuk bertanding melawannya di final. Tentu saja, itu adalah final pertamanya, jadi saya senang ia bisa sampai di sana. Satu-satunya hal yang dapat saya kendalikan adalah bermain tenis dengan baik, saya akan mencoba menunjukkan level saya dan mencoba melakukan hal-hal dengan benar, hanya itu yang penting bagi saya.”
“Saya pikir ketika anda bermain di final Grand Slam, itu tidak terlalu sulit, karena itu berarti anda telah mencapai level tenis tertinggi, anda telah mencapai tahap final, dan menyenangkan untuk berbagi momen itu. Kami berdua akan mencoba untuk menang, kami berdua ingin menang, tetapi tidak apa-apa. Ia adalah orang yang baik, memiliki hati yang baik, dan sangat lucu jika anda mengenalnya dengan baik.”
Final Grand Slam keempat, mungkinkan itu akan menjadi final dengan akhir yang dinantikan petenis yang telah dua kali menjuarai ATP Finals?
“Menurut saya sulit untuk membandingkan, pada musim 2020 – US Open -- saya tidak menganggap diri saya sebagai favorit. Sejujurnya, saya tidak menganggap siapa pun sebagai favorit. Saat itulah saya benar-benar mengalami masalah dengan servis saya, terutama servis kedua,” jelas Zverev.
“Saya tahu servis saya bisa runtuh kapan saja, itu perbedaan yang saya perhatikan sekarang, untungnya bagi saya. Saya unggul dua set, memiliki keunggulan break, melakukan servis untuk memenangkan pertandingan, dan itu tidak terjadi. Itu sudah masa lalu, dan saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya sebelum hari Minggu.”
Ia juga mengungkapkan bahwa ia tidak pernah berhenti mempercayai peluangnya.
“Belum lama – final Grand Slam yang ia lakoni -- yang terakhir musim lalu, jadi bukan periode yang panjang. Hampir sepanjang waktu, saya berada di peringkat 2 atau 3 dunia, jadi saya selalu merasa bisa kembali ke level ini dan terus mencapainya,” tukas Zverev.
“Musim lalu saya tidak bermain dengan begitu baik, saya tidak menampilkan permainan tenis terbaik saya, tetapi saya merasa akan menemukannya lagi. Dan ya, tentu saja, saya senang berada di situasi ini lagi.”
Artikel Tag: French Open, alexander zverev, Flavio Cobolli, Jakub Mensik