Jelang Tour Eropa, Adnan/Indah Terus Jaga Motivasi
Adnan Maulana-Indah Cahya Sari Jamil/[Foto:PBSI]
Jakarta - Pasangan ganda campuran Pelatnas Cipayung, Adnan Maulana / Indah Cahya Sari Jamil tengah dalam kepercayaan diri tinggi menyusul keberhasilan mereka meraih gelar turnamen Thailand Masters World Tour Super 300 beberapa waktu lalu di Bangkok.
Raihan gelar Super 300 tentu sangat disyukuri oleh Adnan Maulana dan berharap terus termotivasi untuk meraih gelar di turnamen papan atas Super 500, Super 750 maupun Super 1000.
"Pastinya senang banget sih kita bisa juara super 300 untuk pertama kalinya. Ya pasti semoga bisa bisa lebih baik lah ke depannya daripada pasti hasil kemarin," tanggap Adnan kepada wartawan saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Kamis (12/2).
"Ya, semoga bisa lebih konsisten lagi, lebih semangat lagi. Buat acuan ke juara (level) 500 dan 1000 dan di atasnya lagi," Indah, menimpali komentar partnernya.
Adnan / Indah tidak akan tampil di ajang bergengsi All England Open World Tour Super 1000 mendatang meskipun secara peringkat memenuhi syarat. Namun, mereka akan berupaya membuktikan bahwa gelar Super 300 pantas didapatkan dan layak tampil di turnamen level atas.
"Kita sudah pernah (level) 300, jadi kita mau buktiin memang layak main Super 300 dan di atas itu," katanya.
Sementara itu pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allesya Rose / Febi Setianingrum tengah menanjak permainannya dalam beberapa turnamen terakhir dan berharap bisa melanjutkan momentum di Tour Eropa yang dimulai pada awal bulan depan.
Tercacat pasangan yang membawa Merah Putih meraih medali perunggu di Kejuaraan Beregu Asia beberapa waktu lalu itu akan tampil di tiga turnamen beruntun di mulai dari ajang bergengsi All England Open World Tour Super 1000, Swiss Open World Tour Super 300 dan Orleans Masters World Tour Super 300.
Bermain di All England pertama kali tentu merupakan sebuah kesempatan bagi pasangan peringkat 28 dunia itu untuk mengukur kemampuan sejauh mana dapat bersaing dengan para pemain elit dunia.
"Pada umumnya persiapan kami sama, tetapi memang banyak hal yang mesti di-push," tanggap Febi terkait persiapan mereka jelang tiga turnamen di Eropa tersebut, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, pada pertengahan pekan lalu.
"Main di All England itu, kan, lawan-lawannya susah. Untuk menghadapi hari esoknya lagi, kita harus tambah lagi dan tambah lagi," tuturnya.
"Itu target kami di 2026 juga, mengalahkan pasangan-pasangan top seed dari banyak negara," Rachel, menambahkan.
Artikel Tag: Badminton Indonesia, Adnan Maulana, Indah Cahya Sari Jamil, Rachel Allesya Rose