Kanal

Jorge Martin Sindir Halus Kasus Bezzecchi, Merasa Jadi Anak Tiri di Aprilia

Penulis: Abdi Ardiansyah
24 Jun 2026, 23:15 WIB

Jorge Martin dan Marco Bezzecchi bersama Bos Aprilia, Massimo Rivola

Berita MotoGP - Kontroversi yang melibatkan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi dalam dua seri MotoGP terakhir memunculkan perdebatan baru di internal Aprilia. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, dinilai menunjukkan respons yang berbeda terhadap dua pembalapnya saat menghadapi tekanan dan hukuman.

Hubungan antara Jorge Martin dan manajemen Aprilia kembali menjadi sorotan setelah respons berbeda yang ditunjukkan Massimo Rivola terhadap dua kontroversi yang melibatkan pembalap tim asal Noale tersebut.

Dalam Grand Prix Hungaria, Martin menjadi sasaran kritik setelah insiden di tikungan pertama lap pembuka yang melibatkan beberapa pembalap, termasuk rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Kecelakaan tersebut membuat Aprilia gagal meraih poin dan memberikan keuntungan besar bagi rival utama mereka, yakni Marc Marquez.

Saat itu, Rivola secara terbuka mengecam tindakan Martin. Bahkan, ia menilai hukuman double long lap penalty yang dijatuhkan kepada juara dunia bertahan tersebut masih terlalu ringan.

"Dia tidak membalap seperti seorang juara dunia," kata Rivola saat itu, sebuah komentar yang memicu perhatian luas di paddock MotoGP.

Namun situasi berbeda terjadi saat Bezzecchi menjadi pusat kontroversi pada MotoGP Ceko di Brno. Pembalap Italia itu mendapat hukuman larangan tampil setelah memukul marshal usai terjatuh dalam Sprint Race. Insiden bermula ketika seorang marshal secara tidak sengaja memutar gas motor Bezzecchi saat proses evakuasi di area gravel.

Meski mengakui tindakan tersebut tidak dapat diterima, Rivola mengambil pendekatan yang jauh lebih lunak dibandingkan saat menghadapi kasus Martin. Bahkan Aprilia mengajukan banding terhadap hukuman larangan balapan yang diterima Bezzecchi karena dianggap terlalu berat.

Perbedaan sikap inilah yang memunculkan tudingan adanya standar ganda di dalam tim. Banyak pihak menilai Rivola lebih cepat membela Bezzecchi dibandingkan Martin, meskipun pelanggaran yang dilakukan pembalap Italia tersebut dianggap lebih serius oleh sebagian pengamat.

Menariknya, Martin sendiri sempat memberikan komentar yang dianggap sebagai sindiran halus kepada manajemen Aprilia.

"Saya berharap tim akan membela saya dengan cara yang sama jika suatu hari saya berada dalam situasi serupa," ujar Martin.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa hubungan Martin dengan manajemen Aprilia tidak seharmonis sebelumnya. Situasi ini juga menjadi sensitif mengingat pembalap Spanyol itu dikabarkan akan meninggalkan Aprilia dan bergabung dengan Yamaha mulai musim 2027.

Meski demikian, Jorge Martin masih berstatus pembalap Aprilia hingga akhir musim dan tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara dunia MotoGP 2026. Karena itu, muncul pandangan bahwa seluruh pembalap seharusnya mendapat perlakuan yang sama, terlepas dari rencana masa depan mereka.

Di tengah persaingan gelar yang semakin ketat melawan Marquez, keharmonisan internal tim bisa menjadi faktor penting yang menentukan peluang Aprilia merebut mahkota juara dunia musim ini.

Artikel Tag: aprilia, Jorge Martin, Marco Bezzecchi

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru