Kelsey Plum dan Breanna Stewart Soroti Negosiasi CBA Oleh WNBPA
Kelsey Plum (kanan) dan Breanna Stewart. (Foto: AP)
Dua anggota komite eksekutif Women's National Basketball Players Association (WNBPA), Kelsey Plum dan Breanna Stewart, melayangkan surat tiga halaman kepada direktur eksekutif serikat pemain, Terri Jackson.
Surat tersebut berisi kritik terhadap penanganan negosiasi perjanjian kerja bersama (CBA) terbaru dengan liga.
Surat tertanggal Senin (2/3) itu mengungkap “keprihatinan serius” terkait kurangnya pelibatan pemain dalam proses negosiasi.
Kelsey Plum yang menjabat wakil presiden pertama serikat, serta Breanna Stewart sebagai wakil presiden, menilai dinamika komunikasi antara pengurus dan pemain tidak berjalan efektif menjelang tenggat penting 10 Maret yang ditetapkan liga untuk merampungkan draf kesepakatan awal.
“Kami merasa tidak memiliki kursi yang memadai di meja perundingan,” tulis keduanya dalam surat yang kemudian dibagikan kepada anggota komite eksekutif lainnya.
Mereka meminta perubahan pola komunikasi antara administrator asosiasi dan para pemain, karena merasa belum terlibat secara bermakna meski proses negosiasi telah berlangsung sekitar 18 bulan sejak opsi keluar dari CBA sebelumnya pada Oktober 2024.
WNBPA menggelar rapat seluruh pemain pada Selasa malam untuk membahas isi surat tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak serikat belum memberikan komentar resmi.
Dalam suratnya, Kelsey Plum dan Breanna Stewart tetap menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Jackson selama satu dekade terakhir.
Namun mereka mengaku frustrasi karena belum melihat kemajuan signifikan menjelang tenggat waktu.
Keduanya menyebut baru memperoleh akses terhadap detail proposal pada Januari lalu dan mengklaim permintaan informasi tambahan kerap belum mendapat respons memadai.
Beberapa informasi yang diminta mencakup rincian pendapatan dan pengeluaran liga, analisis potensi kerugian pemain jika musim tertunda atau dipersingkat akibat mogok kerja, hasil survei internal terkait proposal terbaru liga, struktur gaji rookie, distribusi pendapatan lisensi dari OneTeam Partners, hingga penegasan peran komite eksekutif dalam proses perundingan.
Menurut mereka, tanpa akses data yang lengkap, komite eksekutif tidak dapat menjalankan fungsi sebagai penghubung antara tim negosiator dan anggota serikat secara luas.
Situasi ini muncul di tengah perdebatan internal mengenai strategi negosiasi.
Sebagian kepemimpinan pemain dilaporkan masih membuka opsi mogok kerja, yang telah diotorisasi sejak Desember lalu jika dianggap perlu.
Namun Kelsey Plum dan Breanna Stewart secara terbuka menyatakan bahwa mogok kerja akan merugikan kedua pihak.
Mereka menilai tawaran pembagian pendapatan dari liga merupakan kemajuan signifikan, sekaligus mendorong pendekatan yang lebih pragmatis dalam negosiasi.
Meski demikian, keduanya tetap menuntut perbaikan dalam struktur batas gaji yang sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, model perumahan yang dijamin bagi seluruh pemain, penghapusan aturan core, serta peningkatan manfaat bagi pemain pensiunan.
Musim reguler WNBA 2026 dijadwalkan dimulai 8 Mei, dengan agenda draft perguruan tinggi pada 13 April serta ekspansi dan free agency sebelumnya.
Dengan waktu yang semakin sempit, tekanan untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak kian meningkat.
Artikel Tag: WNBA, Breanna Stewart