Kanal

Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Gianni Infantino

Penulis: Fery Andriyansyah
18 Agu 2026, 15:00 WIB

Kevin Lamour kehilangan jabatan setelah mengkritik rencana kontroversial Gianni Infantino. (Foto: Robert Hradil/Getty Images)

Berita Sepak Bola: Kevin Lamour kehilangan jabatannya sebagai chief operating officer FIFA pada Senin (17/8/2026), kurang dari tiga pekan setelah secara terbuka mengkritik rencana Gianni Infantino untuk menjual saham perusahaan pengelola hak kompetisi kepada investor swasta. Kepergian Lamour menambah gejolak di tubuh FIFA ketika tekanan terhadap Infantino terus meningkat menjelang pemilihan presiden tahun depan.

Dalam pernyataan resmi, FIFA mengonfirmasi bahwa hubungan kerja dengan Lamour sebagai chief operating officer berakhir pada 17 Agustus 2026. Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom juga mengabarkan keputusan tersebut kepada staf melalui surat elektronik pada Senin malam, dengan mengatakan organisasi dan Lamour telah sepakat untuk berpisah setelah melalui pembahasan.

"Hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer telah berakhir pada 17 Agustus 2026. FIFA berterima kasih kepada Kevin atas dua tahun pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya," kata juru bicara FIFA dalam pernyataan tersebut.

Lamour sebelumnya mengkritik keras proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yang kini telah dibatalkan. Bulan lalu, ia menyebut FFE sebagai "proyek satu orang" dan mengatakan para pemimpin politik sepak bola perlu mempertanyakan kembali keputusan yang mereka ambil. Ia juga menuding administrasi FIFA telah "ditipu" terkait proyek tersebut dan menegaskan bahwa tugas para pegawai adalah melayani sepak bola.

"Misi kami, misi ratusan pegawai FIFA yang penuh semangat, berdedikasi, dan teladan adalah melayani sepak bola. Seorang presiden harus menyatukan orang-orang, menyatukan mereka, dan menginspirasi mereka. Hari ini, kami mengalami hal yang sebaliknya," ujar Lamour.

Lamour mengakui dirinya memiliki kewajiban untuk loyal kepada FIFA, tetapi juga merasa bertanggung jawab terhadap nilai-nilai tertentu serta kolega yang bekerja bersamanya. Ia bahkan menyadari kritik tersebut dapat berujung pada kehilangan pekerjaan. "Jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan tersebut. Setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini," tegasnya.

Menurut laporan BBC Sport, Lamour bergabung dengan FIFA pada November 2024 setelah sebelumnya menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal UEFA. Dalam struktur FIFA, posisinya berada dua tingkat manajemen di bawah Gianni Infantino. Awal bulan ini, Infantino mendapat dukungan dari para eksekutif senior dalam sebuah pertemuan di Maroko, tetapi Lamour tidak diundang dalam pertemuan tersebut.

Perselisihan itu berkaitan dengan rencana pembentukan FFE untuk mengelola hak komersial dan tiket seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Infantino berencana menjual 21 persen saham perusahaan tersebut kepada perusahaan investasi swasta. Rencana itu kemudian dibatalkan setelah mendapat penolakan luas dari sejumlah konfederasi dan pihak dalam sepak bola dunia.

UEFA, CONCACAF, dan AFC secara terbuka menentang rencana tersebut. UEFA bahkan mengancam memboikot Piala Dunia jika proyek itu tetap dijalankan. Selain Kevin Lamour yang mengkritik Gianni Infantino, penasihat senior sang presiden, Carlos Cordeiro, juga mengundurkan diri setelah kontroversi tersebut berkembang.

Setelah proyek FFE dibatalkan, UEFA dan CONCACAF menarik dukungan kepada Infantino untuk pencalonannya sebagai presiden FIFA untuk periode keempat pada Kongres FIFA Maret tahun depan. Namun, sejumlah anggota Concacaf, termasuk Meksiko, tetap mendukung Infantino, sementara konfederasi Afrika, Amerika Selatan, dan Oseania juga telah memberikan dukungan kepadanya.

Pada Senin, Federasi Sepak Bola Skotlandia menjadi organisasi terbaru yang menarik dukungan terhadap Infantino, mengikuti langkah Inggris, Wales, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia. Lembaga pemerhati tata kelola sepak bola FairSquare juga telah mengirim surat kepada FIFA agar Gianni Infantino tidak diperbolehkan mencalonkan diri kembali.

Artikel Tag: FIFA, Gianni Infantino

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru