Kanal

Lamont Roach Bidik Duel Unifikasi Gelar Melawan Raymond Muratalla

Penulis: Hanif Rusli
10 Jun 2026, 10:15 WIB

Lamont Roach akan menghadapi William Zepeda dalam perebutan gelar WBC kelas ringan yang sedang lowong. (Foto: Fight TV)

Petinju Amerika Serikat Lamont Roach mengungkapkan keinginannya untuk menjalani pertarungan unifikasi gelar melawan juara IBF kelas ringan Raymond Muratalla.

Namun, itu baru bisa terwujud jika keduanya berhasil memenangkan laga masing-masing pada 1 Agustus mendatang.

Roach akan menghadapi William Zepeda dalam perebutan gelar WBC kelas ringan yang sedang lowong.

Sementara itu, Muratalla dijadwalkan mempertahankan sabuk IBF miliknya melawan Robson Conceicao pada laga pendukung utama di The Theater at Virgin Hotels, Las Vegas.

Jika skenario tersebut terwujud, pemenang kedua pertarungan diproyeksikan akan saling berhadapan dalam duel unifikasi yang dapat menentukan penguasa baru divisi kelas ringan.

“Kami sangat ingin mendapatkan pertarungan itu,” kata Lamont Roach dalam program Inside The Ring yang ditayangkan DAZN.

“Saya tahu laga itu kemungkinan juga akan memperebutkan gelar The Ring. Banyak hal dipertaruhkan di kelas ringan dan saya ingin mewujudkannya.”

Roach menegaskan dirinya tidak terlalu memikirkan kemampuan Muratalla saat ini. Menurutnya, fokus utama adalah memastikan dirinya keluar sebagai pemenang saat menghadapi Zepeda.

“Muratalla petinju yang luar biasa, tetapi dia juga harus menghadapi saya,” ujar Roach.

Laporan yang muncul pada akhir Mei menyebutkan bahwa pihak promotor memang berencana mempertemukan para pemenang dari duel Roach-Zepeda dan Muratalla-Conceicao dalam pertarungan berikutnya.

Lamont Roach sebenarnya sempat hampir bertarung melawan Muratalla pada laga sebelumnya.

Namun rencana tersebut tidak terealisasi sehingga petinju asal Washington, D.C., itu akhirnya menghadapi Isaac Cruz pada Desember tahun lalu dan harus puas dengan hasil majority draw.

Hasil tersebut memperpanjang rentetan dua laga beruntun tanpa kemenangan bagi Roach. Sebelumnya, ia juga hanya mampu meraih hasil imbang kontroversial saat menantang Gervonta Davis dalam perebutan gelar WBA kelas ringan pada Maret 2025.

Kini Roach berpeluang mengakhiri penantian tersebut sekaligus menjadi juara dunia di divisi kedua setelah sebelumnya pernah memegang gelar WBA kelas bulu super.

Namun tugas yang menantinya tidak mudah. Zepeda dikenal sebagai petinju agresif dengan tekanan tanpa henti. Petinju kidal asal Meksiko itu memiliki rekor 33 kemenangan dan satu kekalahan, dengan 27 kemenangan diraih melalui knockout.

Kekalahan satu-satunya diderita Zepeda saat menghadapi Shakur Stevenson dalam perebutan gelar WBC pada Juli lalu.

Lamont Roach menyadari bahwa menghadapi petinju dengan gaya seperti Zepeda membutuhkan pendekatan berbeda. Menurutnya, ia harus mampu membuat lawannya menghormati kekuatan pukulannya sejak ronde-ronde awal.

“Jika petinju dengan tekanan seperti itu tidak menghormati kemampuan Anda, maka malam itu akan menjadi mudah bagi mereka,” kata Roach.

“Saya bisa menjamin dia akan menghormati semua yang saya bawa ke dalam ring.”

Dengan peluang duel unifikasi melawan Muratalla menanti di depan mata, Roach kini fokus penuh untuk melewati ujian berat melawan Zepeda dan membuka jalan menuju pertarungan terbesar dalam kariernya.

Artikel Tag: William Zepeda, Raymond Muratalla

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru