Kanal

Manajer Eddie Hearn Desak Tom Aspinall Tunda Duel Unifikasi Gelar UFC

Penulis: Hanif Rusli
07 Jun 2026, 21:15 WIB

Hearn menilai nilai kontrak Tom Aspinall saat ini tidak sebanding dengan potensi pendapatan yang dihasilkan dari salah satu laga terbesar UFC tahun ini. (Foto: Fight TV)

Eddie Hearn meminta juara kelas berat UFCTom Aspinall untuk tidak menerima pertarungan unifikasi gelar melawan pemenang duel Alex Pereira kontra Ciryl Gane sebelum mendapatkan kontrak baru yang lebih menguntungkan dari UFC.

Pernyataan tersebut disampaikan Hearn dalam konferensi pers di Dublin, Jumat (5/6) waktu setempat.

Promotor tinju asal Inggris itu menilai nilai kontrak Aspinall saat ini tidak sebanding dengan potensi pendapatan yang dihasilkan dari salah satu laga terbesar UFC tahun ini.

Pereira dan Gane dijadwalkan bertarung memperebutkan gelar interim kelas berat pada ajang UFC Freedom 250 yang akan berlangsung di kompleks Gedung Putih pada 14 Juni mendatang.

Pemenang pertarungan tersebut diproyeksikan menghadapi Tom Aspinall dalam laga penyatuan gelar kelas berat UFC.

Namun Hearn menegaskan dirinya tidak akan mendukung Aspinall menerima pertarungan tersebut apabila UFC tidak melakukan penyesuaian kontrak terlebih dahulu.

Menurutnya, bayaran yang diterima sang juara saat ini tidak mencerminkan nilai komersial maupun statusnya sebagai pemegang sabuk kelas berat.

Hearn juga mengkritik UFC karena disebut tidak mengundang Tom Aspinall ke acara besar di Gedung Putih, meskipun petarung asal Inggris itu merupakan juara dunia yang secara teori akan menghadapi pemenang laga utama pendamping tersebut.

Aspinall resmi menjadi juara dunia kelas berat UFC setahun lalu setelah Jon Jones memutuskan pensiun dari MMA dan tidak melanjutkan rencana pertarungan unifikasi gelar.

Sejak saat itu, hubungan antara kubu Aspinall dan UFC beberapa kali disebut mengalami ketegangan.

Situasi semakin rumit setelah Aspinall mengalami cedera pada kedua matanya ketika menghadapi Ciryl Gane pada Oktober tahun lalu.

Cedera tersebut memaksanya menjalani beberapa operasi dan membuat aktivitas bertandingnya terhenti untuk waktu yang cukup lama.

Belakangan, petarung berusia 33 tahun itu mulai kembali menjalani latihan ringan sebagai bagian dari proses pemulihan.

Meski begitu, masa depannya di divisi kelas berat masih bergantung pada perkembangan negosiasi dengan UFC.

Hearn sendiri resmi menjadi manajer Tom Aspinall pada Maret lalu.

Kerja sama tersebut menarik perhatian luas karena promotor Matchroom Boxing itu selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh yang cukup vokal mengkritik kebijakan UFC dan CEO Dana White.

Hubungan antara Hearn dan White juga memanas dalam beberapa bulan terakhir setelah petinju Conor Benn meninggalkan Matchroom Boxing dan memilih menandatangani kesepakatan dengan Zuffa Boxing, promotor tinju yang terafiliasi dengan White.

Menurut sejumlah laporan, UFC telah menegosiasikan beberapa kontrak baru dengan sejumlah petarung papan atas, termasuk para juara, sepanjang 2026.

Langkah tersebut dilakukan seiring perubahan model bisnis perusahaan setelah meninggalkan sistem pay-per-view tradisional dan beralih ke platform Paramount+.

Dalam konteks tersebut, kontrak Aspinall diperkirakan menjadi salah satu kesepakatan yang berpotensi direvisi.

Namun keterlibatan Hearn serta kritik terbukanya terhadap UFC diyakini akan menambah kompleksitas proses negosiasi ke depan.

Dengan duel Pereira kontra Gane yang semakin dekat, perhatian kini tidak hanya tertuju pada perebutan gelar interim, tetapi juga pada masa depan Aspinall dan syarat yang harus dipenuhi sebelum laga unifikasi kelas berat benar-benar terwujud.

Artikel Tag: UFC, Eddie Hearn, Tom Aspinall

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru