Marc Marquez Bikin Inovasi yang Dulunya Dianggap Mustahil di MotoGP
Marc Marquez
Berita MotoGP - Marc Marquez dikenal bukan hanya karena kecepatan dan kemampuan mengeremnya, tetapi juga keberaniannya mencoba pendekatan berbeda. Mantan crew chief MotoGP, Ramon Forcada, mengungkap salah satu inovasi Marquez yang sempat dianggap tidak masuk akal secara teknis.
Marc Marquez memiliki kemampuan beradaptasi yang membuatnya tetap kompetitif meski MotoGP terus mengalami perubahan. Salah satu contohnya terlihat dari keberaniannya menggunakan rem karbon dalam kondisi hujan, sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak ideal karena karakteristik material tersebut membutuhkan suhu tinggi agar bekerja optimal.
Mantan crew chief MotoGP, Ramon Forcada, menilai keberanian mencoba hal baru menjadi salah satu keunggulan terbesar Marquez. Menurutnya, pembalap asal Spanyol itu sering berada selangkah lebih maju dibandingkan rivalnya.
"Dia punya kemampuan untuk menganalisis dengan sangat jernih apa yang sedang terjadi setiap saat. Dia mampu mengganti motor. Dia juga yang memunculkan pergantian motor saat flag to flag, yang kemudian dilarang," kata Forcada dalam podcast Fast and Curious.
Forcada kemudian menyoroti keputusan Marquez menggunakan cakram rem karbon ketika balapan berlangsung dalam kondisi basah. Pada masa itu, pembalap MotoGP umumnya memilih cakram baja karena rem karbon membutuhkan temperatur kerja tinggi dan berisiko kehilangan performa ketika terkena air.
"Dia adalah orang pertama yang menggunakan cakram karbon di air. Ini soal mencoba sesuatu. Melihat apa yang dilakukan orang lain tidak akan membuatnya berubah. Dia mencobanya, dan jika tidak berhasil, ya tidak berhasil. Tetapi jika berhasil, semua orang akan mengikutinya," ujar Forcada.
Eksperimen tersebut kemudian terbukti memiliki dasar yang kuat. Pada MotoGP San Marino 2017 di Misano, Marquez berhasil memenangi balapan basah dengan menggunakan cakram rem karbon, sementara sejumlah rivalnya tetap memakai cakram baja. Brembo mencatat kemenangan tersebut sebagai salah satu momen penting dalam perkembangan penggunaan rem karbon di kondisi basah.
Kini, penggunaan rem karbon dalam kondisi hujan telah menjadi hal yang jauh lebih umum di MotoGP. Perkembangan material dan penggunaan pelindung cakram membuat temperatur rem lebih mudah dipertahankan sehingga performanya tetap berada dalam rentang kerja yang dibutuhkan.
Forcada juga menilai Marquez memiliki lebih sedikit kelemahan dibandingkan pembalap lain.
"Marc memiliki lebih sedikit kelemahan dan lebih sulit dieksploitasi dibandingkan pembalap lainnya. Dia bagus saat menikung, mengerem, berakselerasi, dan dalam pertarungan jarak dekat," ucapnya.
Menurut Forcada, keunggulan tersebut tidak selalu berasal dari satu kemampuan luar biasa. Justru kombinasi berbagai aspek dan kemauan untuk terus mencoba membuat Marc Marquez menjadi pembalap yang sulit ditebak.
Artikel Tag: Marc Marquez, Ramon Forcada