Kanal

Meski Terancam Dapat Sanksi, Alexandra Eala Bersikukuh Turun Di Asian Games

Penulis: Dian Megane
16 Sep 2026, 04:16 WIB

Alexander Zverev [image: getty images]

Berita Tenis: Menurut federasi tenis negaranya, Alexandra Eala akan berlaga di Asian Games akhir bulan ini, terlepas dari potensi sanksi yang mungkin ia terima dari WTA akibat keikutsertaannya tersebut.

Petenis peringkat 18 dunia dijadwalkan menjadi bintang utama dalam cabang olahraga tenis di Asian Games, yang akan diselenggarakan di Jepang. Turnamen tersebut dijadwalkan dimulai pada 27 September dan berlangsung bersamaan dengan China Open di Beijing.

Berdasarkan peraturan WTA saat ini, para petenis yang menempati peringkat 30 besar wajib mendaftar dan bertanding dalam seluruh turnamen WTA level 1000, termasuk China Open.

Petenis yang melewatkan turnamen wajib tanpa alasan yang sah (seperti cedera) berisiko mendapatkan nol poin. Poin tersebut akan diperhitungkan dalam hasil 18 turnamen yang menentukan peringkat mereka selama periode 12 bulan. Mereka juga menghadapi ancaman denda hingga 10.000 dolar AS.

Asosiasi Tenis Filipina (PhilTA) telah mengajukan permohonan pengecualian kepada WTA dengan alasan tugas negara. Keputusan masih menunggu, tetapi pihak asosiasi menyatakan bahwa ia akan tetap bertanding apa pun hasilnya.

"Alex dipastikan akan bermain di Asian Games terlepas dari keputusan WTA," ujar Direktur Eksekutif PhilTA, Tonette Mendoza dalam sebuah siaran pers.

Selain itu, Komite Olimpiade Filipina (POC) juga menegaskan bahwa ia akan berkompetisi dalam ajang tersebut. Asian Games telah diselenggarakan di kawasan Asia setiap empat tahun sekali sejak tahun 1951. Pada tahun 2022, juara nomor tunggal putra dan putri masing-masing adalah Zhang Zhizhen dan Zheng Qinwen.

"Kita bisa katakan bahwa Alex tengah berkontribusi kembali bagi negaranya dan bagi dukungan masyarakat Filipina — baik di dalam negeri maupun di mana pun ia bertanding — yang telah menciptakan fenomena 'Eala Mania' berskala global secara luar biasa," ujar Presiden POC, Abraham Tolentino.

"WTA memiliki aturan dan pelanggaran aturan akan berkonsekuensi sanksi. Tetapi, Alex akan berada di Nagoya demi kehormatan bendera dan negara."

Para politisi juga turut menyerukan agar Eala tidak dijatuhi sanksi atas langkah tersebut.

"Saya bergabung dengan Asosiasi Tenis Filipina dalam menyampaikan permohonan hormat kepada WTA agar mempertimbangkan situasi luar biasa terkait kasus Alex dan memberikan pengecualian yang diminta dari segala bentuk penalti atau sanksi," ujar Senator Bong Go, Ketua Komite Olahraga awal pekan ini.

Peluang Eala untuk terhindar dari hukuman nol poin tampaknya sangat kecil setelah banding yang diajukan atas nama petenis lain ditolak. Petenis berkebangsaan Indonesia, Janice Tjen telah memastikan bahwa ia tidak akan berlaga di Asian Games demi menghindari dampak negatif terhadap peringkatnya menjelang Australian Open musim depan.

Terkait kasus Tjen, Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) menyatakan bahwa satu-satunya kompromi yang dapat dicapai dengan WTA jika ia bertanding di Asian Games adalah pengurangan besaran denda yang seharusnya ia terima. Sekretaris Jenderal Pelti, Andi Fajar, sebelumnya telah melakukan pembicaraan dengan ITF dan WTA mengenai masalah tersebut.

Artikel Tag: Asian Games, China Open, Alexandra Eala

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru