Kanal

Michael Conlan Berencana Pensiun usai Kalah dari Kevin Walsh di Belfast

Penulis: Hanif Rusli
22 Mar 2026, 23:24 WIB

Kekalahan itu membuat Michael Conlan merasa waktunya di dunia tinju telah selesai meski ia belum mampu mewujudkan ambisi menjadi juara dunia. (Foto: AP)

Petinju Irlandia Michael Conlan mengungkapkan rencananya untuk pensiun setelah kalah dari Kevin Walsh dalam duel 10 ronde di SSE Arena, Belfast, Jumat (20/3) malam.

Kekalahan angka terbelah itu membuat Conlan merasa waktunya di dunia tinju telah selesai meski ia belum mampu mewujudkan ambisi menjadi juara dunia.

Conlan, 34 tahun, yang tampil sebagai unggulan dalam laga tersebut, tumbang lewat split decision dari Walsh yang belum terkalahkan.

Satu juri memberi kemenangan 97-93 untuk Conlan, tetapi dua juri lainnya menilai Walsh unggul 96-94, sehingga petinju asal Brockton, Massachusetts, itu dinyatakan sebagai pemenang.

Usai pertarungan, Michael Conlan yang tampak lebam berbicara kepada wartawan dengan didampingi istri dan dua anaknya.

Ia menegaskan ingin meninggalkan ring dalam kondisi kesehatan yang masih baik dan dapat lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Saya ingin pergi sekarang, dengan kesehatan saya masih utuh, keluarga saya baik-baik saja. Saya sudah melakukan hal yang sangat baik dalam tinju,” kata Conlan.

Ia juga mengakui kegagalan menjadi juara dunia menjadi bagian tersulit dalam keputusan tersebut.

Menurut Conlan, ia sudah lama menetapkan bahwa kekalahan berikutnya akan menjadi akhir dari karier profesionalnya, apa pun situasinya.

Meski merasa dirinya layak menang atas Walsh, ia memilih menerima hasil laga dan menutup perjalanan di atas ring.

Michael Conlan sempat berharap kemenangan di Belfast akan membuka peluang merebut sabuk juara dunia kelas bulu versi WBC milik Bruce “Shu Shu” Carrington.

Namun hasil laga justru mengubur peluang itu sekaligus mempertegas niatnya untuk pensiun.

Sepanjang kariernya, Conlan dikenal sebagai salah satu petinju amatir terbaik Irlandia. Ia merebut medali perunggu Olimpiade London 2012 dan menjadi juara dunia amatir pada 2015.

Namanya kemudian mendapat sorotan besar pada Olimpiade Rio 2016 setelah kalah kontroversial dari petinju Rusia Vladimir Nikitin di perempat final kelas bantam.

Kekalahan itu memicu luapan emosi Conlan yang melontarkan protes keras kepada juri.

Pada 2021, penyelidikan yang ditunjuk International Boxing Association menyebut laga perebutan medali tinju di Olimpiade Rio 2016 melibatkan juri dan wasit yang “patuh dan terlibat”, meski laporan itu tidak memastikan duel Conlan melawan Nikitin telah diatur.

Di level profesional, Michael Conlan sempat membalas Nikitin dengan kemenangan mutlak pada 2019.

Namun upayanya menjadi juara dunia tak pernah terwujud, termasuk saat kalah TKO ronde kelima dari Luis Alberto Lopez dalam perebutan gelar dunia kelas bulu IBF pada 2023.

Kini, Conlan menyebut ada rasa lega dalam keputusannya.

Ia menerima bahwa status juara dunia bukanlah takdirnya, dan memilih menutup karier untuk kembali fokus pada keluarga.

Artikel Tag: olimpiade, Michael Conlan

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru