Kanal

Miguel Oliveira Minta Maximo Quiles Tak Dibebani Ekspektasi Juara Moto2

Penulis: Abdi Ardiansyah
17 Agu 2026, 14:10 WIB

Maximo Quiles tampil fenomenal jadi juara di Moto3 dan langsung promosi ke Moto2. Meskipun demikian, Miguel Oliveira menilai tak adil jika Quiles langsung dibebani target juara Moto2 2027.

Berita MotoGP - Maximo Quiles akan menghadapi tantangan baru setelah dijadwalkan naik ke Moto2 pada 2027. Meski tampil dominan di Moto3 dan disebut sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan, Miguel Oliveira mengingatkan agar Quiles tidak langsung dibebani tuntutan untuk meraih hasil besar.

Maximo Quiles menjadi salah satu pembalap muda yang paling banyak mendapat sorotan di paddock Grand Prix musim 2026. Pembalap asal Spanyol itu tampil impresif bersama CFMoto Aspar dan saat ini menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar juara dunia Moto3.

Performa tersebut membuat ekspektasi terhadap Quiles semakin tinggi. Apalagi, pembalap berusia 18 tahun itu mendapat dukungan dari Marc Marquez dan Alex Marquez dalam perjalanan kariernya.

Marc bahkan pernah menyampaikan keinginannya untuk terus membalap hingga Quiles mencapai MotoGP. Namun, sebelum memikirkan kelas premier, Quiles harus lebih dulu menghadapi tantangan baru di Moto2.

Quiles dijadwalkan bergabung dengan tim Aspar di Moto2 mulai musim 2027. Miguel Oliveira menilai langkah tersebut akan menjadi ujian besar karena karakter motor Moto2 berbeda jauh dari Moto3.

Mantan pembalap MotoGP yang kini berkarier di World Superbike itu juga menganggap tidak adil jika Quiles langsung dituntut tampil kompetitif sejak musim pertamanya.

“Dia adalah satu-satunya pembalap muda dari Moto3. Namun, sangat sulit untuk menilainya. Selain itu, tidak adil memberikan begitu banyak ekspektasi dan tekanan kepada pembalap muda,” ujar Oliveira.

Oliveira kemudian memberikan sejumlah contoh pembalap yang mengalami kesulitan setelah naik kelas.

“Kita bisa melihatnya pada Jose Antonio Rueda. Dia mendominasi Kejuaraan Dunia Moto3, kemudian pindah ke Moto2 dan sekarang kesulitan.”

Menurut Miguel Oliveira, Collin Veijer dan Izan Guevara juga menunjukkan bahwa kesuksesan di Moto3 tidak otomatis berlanjut ketika seorang pembalap naik ke Moto2.

“Collin Veijer adalah pembalap Moto3 yang sangat cepat, tetapi dia tidak mendominasi. Kemudian dia pindah ke motor Moto2. Contoh lainnya Izan Guevara. Dia luar biasa di Moto3. Di Moto2, dia membutuhkan dua atau tiga tahun. Baru sekarang dia tampil kuat. Namun, tidak ada jawaban hitam putih.”

Perjalanan Quiles di Moto2 pun menarik untuk dinantikan. Jika mampu beradaptasi dengan cepat, bukan tidak mungkin pintu menuju MotoGP terbuka hanya setahun setelah debutnya di kelas menengah.

Artikel Tag: moto3, Moto2, Miguel Oliveira

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru