Danilo Petrucci Ungkap Transfer Jack Miller ke Ducati Jadi Kesalahan Besar
Danilo Petrucci dan Jack Miller
Berita MotoGP: Danilo Petrucci kembali membuka cerita lama soal kehilangan kursinya di Ducati pada 2020. Ia menilai keputusan merekrut Jack Miller sebelum musim dimulai menjadi contoh buruk transfer terlalu dini di MotoGP.
Danilo Petrucci melontarkan kritik tajam terhadap tren perpindahan pembalap yang terjadi terlalu cepat di MotoGP. Mantan pembalap Ducati itu bahkan menyinggung langsung keputusan tim asal Italia tersebut yang menggantikannya dengan Jack Miller pada musim 2020.
Jelang MotoGP 2026, bursa transfer pembalap untuk musim 2027 memang bergerak sangat cepat. Sejumlah rumor besar sudah beredar, mulai dari Pedro Acosta yang disebut bakal bergabung dengan Ducati, Francesco Bagnaia menuju Aprilia, hingga Fabio Quartararo yang dikabarkan meninggalkan Yamaha untuk Honda.
Situasi ini membuat banyak pihak mempertanyakan apakah keputusan kontrak yang dilakukan terlalu dini benar-benar menguntungkan tim maupun pembalap.
Dalam wawancara bersama Moto.it, Petrucci mengaku kesulitan memahami logika di balik keputusan tersebut. Ia mencontohkan pengalaman pribadinya ketika Ducati memutuskan masa depannya bahkan sebelum musim 2020 benar-benar dimulai.
Saat itu, dunia MotoGP sedang terdampak pandemi Covid-19 yang membuat kalender balap tertunda. Namun Ducati tetap bergerak cepat mengamankan Francesco Bagnaia dan Jack Miller untuk musim berikutnya, sekaligus mengakhiri perjalanan Petrucci bersama tim pabrikan.
“Ya, saya mengalaminya pada 2020 ketika kami semua masih di rumah karena Covid. Ducati sudah memilih pembalap untuk musim berikutnya sebelum kejuaraan dimulai,” ujar Petrucci.
Menurutnya, keputusan semacam itu tidak memberikan keuntungan bagi siapa pun. Tim kehilangan kesempatan menilai performa pembalap secara utuh, sementara rider juga harus menjalani musim dengan masa depan yang sudah ditentukan.
“Jelas itu tidak baik untuk siapa pun. Saya selalu kesulitan memahami kenapa semua ini dilakukan terlalu awal, bahkan sebelum melihat bagaimana performa pembalap sepanjang musim,” lanjutnya.
Danilo Petrucci menambahkan bahwa banyak hal bisa berubah selama satu musim berjalan. Ia mencontohkan Jorge Martin yang mengalami sejumlah cedera pada 2025 sebagai bukti bahwa performa dan kondisi pembalap tidak selalu bisa diprediksi jauh hari.
Karena itu, sejumlah figur di paddock mulai mendorong MotoGP mempertimbangkan penerapan sistem jendela transfer seperti sepak bola.
Mantan pemenang Grand Prix, Carlos Checa, termasuk yang mendukung ide tersebut. Ia menilai adanya periode khusus negosiasi kontrak di tengah musim akan membuat keputusan tim lebih adil dan kompetitif.
Selain itu, sistem tersebut diyakini bisa menjaga motivasi pembalap tetap tinggi sepanjang musim, terutama bagi mereka yang sudah lebih dulu memastikan masa depan bersama tim lain.
Dengan bursa transfer MotoGP yang semakin panas bahkan sebelum musim dimulai, perdebatan soal aturan baru tampaknya akan terus menjadi topik utama di paddock sepanjang 2026.
Artikel Tag: Ducati, Jack Miller, Danilo Petrucci