Kanal

Ducati Kenang Winglet Pertama di MotoGP: Dulu Sederhana, Kini Jadi Andalan

Penulis: Abdi Ardiansyah
23 Agu 2026, 22:05 WIB

Nicky Hayden tunggangi motor Ducati Desmosedici GP dengan winglet pertama mereka.

Berita MotoGP - Jauh sebelum motor MotoGP dipenuhi winglet dan perangkat aerodinamika kompleks seperti sekarang, Ducati memulainya dari dua sayap kecil pada 2010. Eksperimen sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu bagian terpenting dalam pengembangan motor MotoGP modern.

Ducati menjadi salah satu pelopor perkembangan aerodinamika di MotoGP. Namun, teknologi yang kini terlihat begitu rumit ternyata berawal dari eksperimen sederhana pada Desmosedici pada 2010.

Saat itu, tim asal Bologna menghadapi masalah understeer yang cukup serius. Para teknisi kemudian mencari cara untuk memberikan tambahan gaya tekan pada roda depan agar motor lebih stabil.

Marco Palmerini dari departemen pengembangan motor Desmosedici GP mengungkapkan bahwa eksperimen pertama tersebut hanya menggunakan dua winglet kecil di bagian samping fairing.

"Pada musim 2010, kami melakukan eksperimen pertama di bidang aerodinamika. Kami memiliki dua sayap kecil di fairing samping. Jika melihatnya sekarang, bentuknya hampir terlihat lucu," ujar Palmerini dalam wawancara dengan Bike World.

Menurut Palmerini, winglet generasi awal tersebut juga belum menghasilkan downforce dalam jumlah besar.

"Winglet tersebut menghasilkan downforce yang sangat kecil," katanya.

Meski sederhana, eksperimen itu menjadi awal perubahan besar dalam pengembangan Desmosedici saat ini. Para teknisi kemudian menyadari bahwa aerodinamika tidak hanya berguna untuk menjaga roda depan tetap menempel di aspal ketika akselerasi.

"Belakangan kami menyadari bahwa aerodinamika memiliki pengaruh besar terhadap gaya yang bekerja pada ban. Hal itu terjadi dalam setiap fase berkendara, bukan hanya saat akselerasi. Aerodinamika juga membantu kecepatan di tikungan dan pengereman," jelas Palmerini.

Perkembangan tersebut membuat skuad asal Borgo Panigale ini mulai memberikan perhatian jauh lebih besar terhadap aerodinamika. Jumlah insinyur ditambah, simulasi diperluas, dan pengujian dilakukan secara lebih mendalam.

Perubahan semakin pesat setelah Luigi Dall'Igna bergabung sebagai kepala balap tim pada akhir 2013. Berbagai inovasi kemudian bermunculan hingga tim ini menjadi salah satu pabrikan paling agresif dalam pengembangan aerodinamika MotoGP.

Proses pengembangan winglet saat ini juga jauh lebih kompleks. Ide awal dibahas melalui brainstorming, kemudian dihitung melalui simulasi sebelum diuji di terowongan angin dan lintasan bersama pembalap.

Apa yang dimulai Ducati dengan dua winglet kecil 16 tahun lalu kini berkembang menjadi salah satu bidang teknologi paling penting dalam MotoGP. Bahkan, pabrikan lain seperti Aprilia telah mampu menyamai Ducati dalam pengembangan aerodinamika.

Artikel Tag: Ducati, Luigi Dall’lgna

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru