Kisah Casey Stoner Menang Mudah di Assen, Tinggalkan Rival Hingga Semenit
Casey Stoner memenangkan balapan MotoGP Belanda 2008
Berita MotoGP: Casey Stoner dikenal sebagai salah satu pebalap paling berbakat dalam sejarah MotoGP. Namun ada satu balapan yang bahkan ia sebut sebagai yang paling mudah sepanjang kariernya.
Musim MotoGP 2008 menjadi salah satu periode paling menarik dalam karier Casey Stoner. Datang sebagai juara dunia bertahan dan pebalap yang mempersembahkan gelar pertama Ducati, Stoner kembali menjadi penantang serius dalam perebutan titel. Hingga pertengahan musim, ia masih berada dalam jalur persaingan sebelum akhirnya dominasi Valentino Rossi bersama Yamaha mengambil alih kendali kejuaraan.
Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, Stoner menyimpan satu kenangan manis yang sangat membekas, yakni MotoGP Belanda di Sirkuit Assen. Balapan tersebut justru ia sebut sebagai balapan termudah sepanjang hidupnya di ajang balap motor kelas tertinggi.
Pada sesi kualifikasi, Stoner hanya unggul tipis dari Dani Pedrosa dengan selisih tiga persepuluh detik. Namun situasi berubah total saat balapan dimulai. Stoner langsung melesat di depan dan tak pernah benar benar ditekan oleh para rivalnya.
“Saya rasa itu Assen 2008, balapan paling mudah yang pernah aku jalani,” ujar Stoner kepada Motor Sport Magazine. “Balapan paling santai. Saya benar benar hanya mengerahkan sekitar enam puluh persen kemampuan.”
Stoner mengaku tidak memaksa motornya di satu pun lap. Meski demikian, ia tetap mampu finis dengan keunggulan lebih dari sebelas detik di garis akhir. Bahkan rekan setimnya di Ducati, Marco Melandri, finis hampir satu menit di belakang, sebuah gambaran betapa besarnya perbedaan performa saat itu.
“Itu perasaan yang sangat murni. Melaju sangat cepat tanpa usaha berlebihan. Hal seperti itu sangat jarang terjadi. Bisa merasakannya sekali saja dalam karier sudah luar biasa,” lanjut Stoner.
Menariknya Stoner juga mengungkap bahwa dirinya jarang memacu motor secara penuh dalam balapan hari Minggu. Ia lebih menikmati momen mencari batas maksimal saat latihan dan kualifikasi. Dalam seluruh kariernya di MotoGP, ia hanya mengingat tiga balapan di mana dirinya benar benar menekan sejak lap pertama hingga finis.
Kisah Assen 2008 menjadi cerminan betapa besarnya talenta alami Casey Stoner. Ketika semua terasa menyatu antara pebalap, motor, dan tim, hasilnya bisa begitu dominan hingga terasa nyaris tanpa perlawanan.
Artikel Tag: Casey Stoner, Ducati, Marco Melandri, MotoGP Belanda 2008