Kanal

Murat Yakin Murka usai Kartu Merah Breel Embolo Berujung Petaka untuk Swiss

Penulis: Fery Andriyansyah
12 Jul 2026, 19:00 WIB

Murat Yakin kecam aturan usai Swiss disingkirkan Argentina di Piala Dunia 2026. (Foto: JUAN MABROMATA / AFP via Getty Images)

Berita Piala Dunia: Pelatih Swiss, Murat Yakin, mengecam keputusan wasit yang mengusir Breel Embolo saat timnya kalah 1-3 dari Argentina pada Ahad (12/7/2026) pagi WIB di perempat final Piala Dunia 2026. Menurut Yakin, kartu merah itu menjadi titik balik yang membuat La Nati gagal mempertahankan momentum sebelum akhirnya tersingkir.

Swiss sempat bangkit setelah Dan Ndoye menyamakan kedudukan pada menit ke-67, membalas gol pembuka Alexis Mac Allister. Saat mulai menguasai permainan, Embolo justru menerima kartu kuning kedua pada menit ke-72 karena dianggap melakukan diving usai tinjauan VAR, meski wasit sebelumnya sempat memberikan kartu kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes.

Murat Yakin menilai keputusan tersebut sangat merugikan timnya. Ia bahkan menyebut aturan yang mendasari pemberian kartu kuning itu tidak sejalan dengan semangat permainan sepak bola.

"Tidak ada alasan untuk memberikan kartu kuning. Itu hanya situasi biasa dan seharusnya pertandingan dibiarkan terus berjalan. Kami dihukum oleh aturan yang tidak bisa diterima. Saya tidak memahaminya. Campur tangan yang tidak perlu itu sangat menyakitkan. Aturan seperti itu tidak ada hubungannya dengan sepak bola," ujar Yakin.

Bermain dengan 10 orang, Swiss mampu bertahan hingga babak perpanjangan waktu. Namun, Julian Alvarez memecah kebuntuan pada menit ke-112 lewat gol spektakuler dari luar kotak penalti sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina pada menit-menit akhir.

Yakin tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya meski gagal mengakhiri penantian panjang Swiss untuk mencapai semifinal Piala Dunia. Ia merasa timnya tampil luar biasa, terutama setelah mampu menyamakan kedudukan melawan juara bertahan.

"Saya ingin memuji seluruh tim karena kami mampu bangkit setelah tertinggal dari juara dunia dan saat itu kami sedang memegang kendali pertandingan. Kami mendominasi permainan, tetapi kemudian dihukum oleh aturan yang tidak bisa saya pahami. Bagi saya, para pemain saya adalah pahlawan yang sesungguhnya," tutup Yakin.

Artikel Tag: Breel Embolo, Swiss, Argentina, Piala Dunia, Piala Dunia 2026, Murat Yakin

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru