Addisu Gobena Pecahkan Rekor Sydney Marathon di Nomor Putra
Dalam kondisi cuaca yang ideal, Addisu Gobena mencatat waktu 2 jam 4 menit 42 detik pada lomba yang diikuti sekitar 40.000 peserta dari berbagai negara. (Foto: AP)
Pelari Ethiopia Addisu Gobena tampil gemilang dengan memecahkan rekor lintasan untuk menjuarai nomor putra Sydney Marathon 2026, Minggu (30/8).
Dalam kondisi cuaca yang ideal, Gobena mencatat waktu 2 jam 4 menit 42 detik pada lomba yang diikuti sekitar 40.000 peserta dari berbagai negara.
Pelari berusia 21 tahun itu menjadi yang tercepat setelah bersaing ketat sepanjang perlombaan.
Addisu Gobena, yang baru beralih dari cabang lempar lembing pada 2023, memisahkan diri dari kelompok terdepan berisi enam pelari ketika lomba menyisakan kurang dari dua kilometer.
Bersama kompatriotnya, Chimdessa Debele Gudeta, Gobena kemudian mempercepat langkah saat memasuki bagian menurun menuju garis finis di Sydney Opera House.
Ia akhirnya menjadi juara dengan keunggulan empat detik atas Gudeta.
Gobena merayakan kemenangan dengan mengepalkan tangan ke udara setelah melewati garis finis. Tahun lalu, ia hanya mampu finis di posisi kedua di belakang Hailemaryam Kiros.
Kali ini, Addisu Gobena mengaku belajar dari kegagalan tersebut dan melakukan evaluasi untuk kembali dengan performa lebih baik.
"Saya sangat senang. Tahun lalu saya finis kedua. Saya belajar dari kesalahan saya, kemudian pulang dan memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik dan memecahkan rekor hari ini," kata Gobena melalui penerjemah.
Tebello Ramakongoana dari Lesotho finis ketiga dengan waktu 2:04:57.
Menariknya, tujuh pelari teratas, termasuk Kiros, semuanya mencatat waktu lebih cepat daripada rekor 2:06:06 yang dibuat Kiros pada tahun lalu.
Sydney Marathon baru memasuki tahun kedua sebagai bagian dari jajaran major marathon, bergabung dengan New York, London, Berlin, Boston, Tokyo, dan Chicago.
Pada nomor putri, Peres Jepchirchir dari Kenya tampil dominan. Ia melepaskan diri sejak awal dan finis lebih dari tiga menit di depan pesaing terdekat dengan waktu 2:18:31.
Jepchirchir kini mengoleksi empat gelar major setelah sebelumnya menang di Boston, New York, dan London.
Irene Cheptai menempati posisi kedua dengan 2:22:11, sedangkan Shure Demise Ware dari Ethiopia finis ketiga dengan selisih 22 detik.
Ajang ini juga diwarnai kesalahan desain medali. Alih-alih menampilkan Allianz Stadium di Sydney, sejumlah medali justru menampilkan Allianz Arena di Munich, Jerman. Panitia mengakui kesalahan tersebut.
Di nomor kursi roda, Daniel Romanchuk dari Amerika Serikat memecahkan rekor lintasan putra dengan waktu 1:26:50.
Sementara itu, Manuela Schar dari Swiss menjuarai nomor putri sekaligus mencetak rekor baru dengan waktu 1:42:04.