Kanal

Oilers Pecat Kris Knoblauch Setelah Gagal di Putaran Pertama Playoff NHL

Penulis: Hanif Rusli
16 Mei 2026, 08:13 WIB

Pemecatan Kris Knoblauch terjadi hanya beberapa pekan setelah Edmonton tersingkir di putaran pertama playoff NHL usai kalah dari Anaheim Ducks. (Foto: AP)

Edmonton Oilers kembali melakukan pergantian pelatih setelah memecat Kris Knoblauch pada Kamis (14/5) waktu setempat.

Keputusan tersebut membuat Oilers kini mencari pelatih kepala ke-10 dalam kurun 15 tahun terakhir.

Pemecatan Kris Knoblauch terjadi hanya beberapa pekan setelah Edmonton tersingkir di putaran pertama playoff NHL usai kalah dari Anaheim Ducks.

 Padahal, Oilers sebelumnya berhasil mencapai Final Stanley Cup secara beruntun pada 2024 dan 2025.

Kris Knoblauch sebenarnya baru akan memulai kontrak perpanjangan tiga tahun pada Juli mendatang.

Namun manajemen tetap memilih melakukan perubahan demi mengembalikan tim ke jalur persaingan juara.

General manager sekaligus executive vice president operasi hoki Oilers, Stan Bowman, mengakui tingginya pergantian pelatih di organisasi tersebut.

Meski demikian, ia menilai perubahan tetap diperlukan setelah performa tim dinilai mengalami kemunduran musim ini.

“Setelah melakukan evaluasi menyeluruh, kami merasa perubahan ini perlu dilakukan,” kata Bowman.

Pelatih baru nantinya akan menjadi pelatih keenam yang menangani Connor McDavid sejak sang bintang dipilih sebagai pilihan pertama draft NHL 2015.

Sementara bagi Leon Draisaitl, itu akan menjadi pelatih kedelapan sejak bergabung pada 2014.

Bowman menegaskan McDavid dan Draisaitl tidak akan dilibatkan dalam proses wawancara pelatih baru, meski keduanya tetap akan diajak berdiskusi selama proses pencarian berlangsung.

“Mereka bukan pihak yang memilih pelatih. Mereka juga tidak ingin memikul tekanan seperti itu,” ujar Bowman.

Keputusan Oilers memecat Kris Knoblauch muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap organisasi.

McDavid dan Draisaitl sebelumnya secara terbuka mengungkapkan kekhawatiran soal arah tim setelah gagal menunjukkan konsistensi sepanjang musim.

Edmonton mengakhiri musim reguler dengan rekor 41 kemenangan, 30 kekalahan, dan 11 overtime loss. Mereka finis di peringkat ke-14 klasemen keseluruhan NHL.

Meski memiliki salah satu lini serang terbaik liga dengan rata-rata 3,44 gol per pertandingan, Oilers dinilai bermasalah di sektor pertahanan dan penjaga gawang.

Bowman menyebut satu-satunya aspek yang benar-benar konsisten musim ini hanyalah permainan power play yang menjadi terbaik di NHL dengan persentase 30,6 persen.

McDavid sendiri kembali tampil luar biasa dengan merebut Art Ross Trophy setelah mengumpulkan 138 poin sepanjang musim.

Namun kegagalan tim melangkah jauh di playoff membuat suasana ruang ganti dipenuhi frustrasi.

“Saya khawatir karena kami tidak bergerak ke arah yang benar,” kata Draisaitl setelah eliminasi playoff.

Sementara McDavid menyebut Oilers gagal menemukan ritme permainan sepanjang musim.

Bowman mengatakan pelatih baru nantinya harus mampu memaksimalkan potensi skuad yang ada sekaligus membawa Oilers kembali menjadi penantang serius gelar Stanley Cup.

Artikel Tag: NHL

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru