Kanal

Seattle Seahawks Timbang Tukar Pick Draft dengan Rival di Divisi NFC West

Penulis: Hanif Rusli
22 Apr 2026, 18:57 WIB

Seattle Seahawks saat ini memiliki empat pilihan draft, termasuk pick ke-32 di putaran pertama, jumlah paling sedikit di antara seluruh tim NFL. (Foto: AP)

Juara bertahan Super Bowl, Seattle Seahawks, membuka kemungkinan untuk menukar posisi mereka dalam Draft NFL tahun ini, bahkan jika harus bertransaksi dengan rival di divisi NFC West.

General manager John Schneider menegaskan bahwa timnya siap melakukan langkah tersebut demi meningkatkan jumlah pilihan draft.

Dalam konferensi pers pradrfat bersama pelatih Mike Macdonald pada Senin, Schneider mengakui bahwa Seahawks memiliki keterbatasan jumlah pick, sehingga opsi untuk turun posisi (trade down) menjadi prioritas.

“Ini bukan rahasia. Kami hanya punya empat pilihan, jadi kami akan mencoba untuk turun posisi,” ujar Schneider.

Seattle Seahawks saat ini memiliki empat pilihan draft, termasuk pick ke-32 di putaran pertama, jumlah paling sedikit di antara seluruh tim NFL.

Kondisi tersebut mendorong manajemen untuk mencari cara menambah aset, salah satunya dengan menukar posisi ke bawah demi memperoleh lebih banyak pilihan.

Yang menarik, Schneider juga menyatakan bahwa Seahawks tidak menutup kemungkinan melakukan transaksi dengan tim dalam satu divisi.

Ia bahkan menyebut bahwa timnya tetap terbuka meskipun kesepakatan tersebut berpotensi membantu rival mendapatkan quarterback.

Pernyataan ini cukup mencolok mengingat praktik perdagangan antar tim satu divisi biasanya dihindari.

Namun, Schneider menilai pendekatan tersebut kini lebih fleksibel, terutama dengan hubungan antar tim yang dinilai baik.

“Kami sudah berbicara dengan tim dalam divisi. Dulu memang hal itu kurang disukai, tapi sekarang kami memiliki hubungan yang baik dengan semua tim di NFC West. Tujuannya tetap sama, yaitu membantu tim kami berkembang,” jelasnya.

Dalam sejarah NFL sejak realignment tahun 2002, tercatat 35 transaksi draft antara tim satu divisi.

Namun, sejak Schneider menjabat sebagai general manager pada 2010, Seahawks hanya sekali terlibat dalam transaksi semacam itu, yakni dengan San Francisco 49ers pada 2017.

Selain faktor jumlah pick, kualitas draft tahun ini juga menjadi pertimbangan.

Schneider menilai kelas draft 2026 tidak memiliki kedalaman talenta yang merata, sehingga strategi menambah pilihan dinilai lebih menguntungkan.

“I think ada kekurangan kedalaman di draft ini. Itu sudah diidentifikasi oleh tim scouting kami sejak awal,” ujarnya.

Seattle Seahawks memiliki sejarah panjang melakukan trade down di putaran pertama, termasuk pada 2014 saat mereka menukar pick ke-32 kepada Minnesota Vikings.

Dalam beberapa tahun terakhir, meski memiliki opsi, mereka lebih sering mempertahankan posisi.

Schneider juga menyoroti perubahan dinamika negosiasi draft, di mana setiap tim kini memiliki valuasi sendiri terhadap pick, berbeda dengan era sebelumnya yang mengacu pada satu chart umum.

Dengan waktu pemilihan di putaran pertama yang kini dipersingkat dari 10 menjadi 8 menit, ia tidak melihat hal tersebut akan memengaruhi proses negosiasi, karena sebagian besar kesepakatan biasanya sudah disiapkan sebelum tim berada di giliran memilih.

Dengan pendekatan fleksibel dan fokus pada penguatan roster, Seahawks berharap dapat memaksimalkan peluang mereka di draft tahun ini, sekaligus mempertahankan daya saing sebagai juara bertahan.

Artikel Tag: NFL, Super Bowl

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru