Kanal

Tolak Ganti Helm, Vladyslav Heraskevych Didiskualifikasi dari Olimpiade

Penulis: Hanif Rusli
14 Feb 2026, 00:13 WIB

Vladyslav Heraskevych memegang helm yang memuat pesan penghormatan bagi atlet dan pelatih Ukraina yang meninggal sejak invasi Rusia. (Foto: AP)

Atlet skeleton Ukraina Vladyslav Heraskevych harus mengakhiri perjuangannya di Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina 2026 tanpa sempat bertanding.

Ia dilarang tampil akibat penggunaan helm yang memuat pesan penghormatan bagi atlet dan pelatih Ukraina yang meninggal sejak invasi Rusia empat tahun lalu.

Keputusan tersebut diumumkan kurang dari satu jam sebelum perlombaan skeleton dimulai di Cortina d’Ampezzo, Italia.

International Olympic Committee (IOC) menyatakan helm tersebut melanggar aturan Piagam Olimpiade yang melarang pernyataan politik atau pesan tertentu di arena pertandingan.

Vladyslav Heraskevych sebenarnya telah mengetahui risiko sanksi selama tiga hari sebelumnya.

Ia tetap menggunakan helm tersebut saat latihan, meski IOC meminta ia menggantinya ketika lomba resmi berlangsung.

Sebagai kompromi, IOC menawarkan alternatif seperti mengenakan ban lengan hitam atau menampilkan helm itu setelah kompetisi, namun atlet berusia 26 tahun tersebut menolak.

Presiden IOC Kirsty Coventry bahkan bertemu langsung dengan Heraskevych di lintasan sebelum lomba dimulai.

Pertemuan singkat itu tidak menghasilkan kesepakatan. Coventry mengaku sedih karena sebenarnya memahami pesan penghormatan yang ingin disampaikan atlet Ukraina tersebut.

Federasi Bobsled dan Skeleton Internasional menilai tindakan Heraskevych tidak sesuai dengan pedoman ekspresi atlet.

Atlet Ukraina itu kemudian mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport, namun perlombaan tetap berlangsung tanpa dirinya.

Meski masih diperbolehkan berada di Olimpiade sebagai atlet, kesempatan bertandingnya dipastikan hilang.

Keputusan ini memicu reaksi keras dari Ukraina.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa olahraga seharusnya tidak melupakan tragedi perang dan justru harus membantu menghentikan konflik.

Dukungan juga datang dari rekan-rekan atlet Ukraina, termasuk tim luge yang melakukan aksi solidaritas dengan mengangkat helm mereka setelah lomba.

Vladyslav Heraskevych sebelumnya dikenal vokal menyuarakan perdamaian.

Pada Olimpiade Beijing 2022, ia sempat mengangkat poster “No war in Ukraine” tanpa mendapat sanksi.

Ia menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapan aturan IOC terhadap ekspresi atlet.

Meski kehilangan peluang meraih medali setelah tampil kuat di kejuaraan dunia tahun lalu, Heraskevych menegaskan bahwa menghormati korban perang lebih penting daripada bertanding.

Bagi dirinya, pesan kemanusiaan yang dibawa melalui helm tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada hasil kompetisi.

Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru