Kanal

Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 Ditutup, Norwegia Juara Umum

Penulis: Hanif Rusli
23 Feb 2026, 21:26 WIB

Bendera Olimpiade diturunkan dalam upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 di Arena Verona. (Foto: AP)

Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 resmi ditutup pada Minggu (22/2) setelah 17 hari kompetisi yang menghadirkan partisipasi luas, sejumlah terobosan bersejarah, serta capaian terbaik China di ajang musim dingin luar negeri.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kirsty Coventry menyatakan penutupan resmi dalam upacara di Arena Verona, situs warisan dunia UNESCO.

Dalam pidatonya, ia menekankan nilai sportivitas dan persahabatan yang tercermin sepanjang penyelenggaraan.

“Ini adalah semangat Olimpiade yang sesungguhnya: berkompetisi, saling merangkul, dan saling menguatkan apa pun hasilnya,” ujar Coventry.

Ia menambahkan bahwa api Olimpiade mungkin telah padam, tetapi semangatnya akan tetap menyala melalui generasi muda yang terinspirasi.

Sebanyak 2.880 atlet dari 93 delegasi ambil bagian dalam 116 nomor dari delapan cabang olahraga dan 16 disiplin.

Untuk pertama kalinya, Benin, Guinea-Bissau, dan Uni Emirat Arab turut berpartisipasi di Olimpiade Musim Dingin.

Persentase atlet perempuan juga mencetak rekor baru dengan 47 persen dari total peserta.

Milano-Cortina menjadi Olimpiade Musim Dingin paling tersebar secara geografis, dengan empat klaster utama: Milan sebagai pusat perkotaan, serta Cortina, Valtellina, dan Val di Fiemme di kawasan pegunungan Italia utara. Total area penyelenggaraan mencapai lebih dari 22.000 kilometer persegi.

Norwegia keluar sebagai juara umum dengan raihan 18 emas, 12 perak, dan 11 perunggu.

Amerika Serikat dan Belanda menyusul di posisi berikutnya, sementara tuan rumah Italia menempati peringkat keempat dengan 10 emas, enam perak, dan 14 perunggu—catatan terbaik mereka sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin.

Salah satu penampilan paling menonjol datang dari Johannes Hoesflot Klaebo.

Atlet Norwegia itu mencetak sejarah sebagai peraih enam emas dalam satu edisi Olimpiade Musim Dingin, menyapu bersih seluruh nomor ski lintas alam putra. Ia kini mengoleksi total 11 emas Olimpiade.

China juga mencuri perhatian di Milano-Cortina dengan mengirimkan 126 atlet, delegasi terbesar mereka di Olimpiade Musim Dingin luar negeri.

Kontingen tersebut turun di 91 nomor dari 15 disiplin dan menutup ajang dengan lima emas, empat perak, serta enam perunggu—hasil terbaik China di luar negeri sekaligus menyamai total medali mereka saat menjadi tuan rumah di Beijing 2022.

Sorotan utama datang dari nomor speed skating 1.500 meter putra, ketika Ning Zhongyan merebut emas dan mematahkan dominasi panjang atlet Eropa dan Amerika Utara dalam nomor tersebut.

Wakil kepala delegasi China, Tong Lixin, menyebut perolehan 15 medali memperkuat fondasi prestasi yang dibangun sejak Beijing 2022.

Meski demikian, ia mengakui China masih berstatus “pengejar” dalam peta kekuatan olahraga musim dingin dunia dan membutuhkan pengembangan jangka panjang.

Dengan berakhirnya Milano-Cortina 2026, estafet penyelenggaraan beralih ke Prancis untuk Olimpiade Musim Dingin 2030, sementara Italia bersiap menggelar Paralimpiade pada Maret mendatang.

Artikel Tag: olimpiade, Olimpiade Musim Dingin

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru