Kanal

Petinju Tuvalu Raih Medali Commonwealth Games Tanpa Menangi Duel

Penulis: Hanif Rusli
01 Agu 2026, 21:01 WIB

Tarona Taafaki berpose dengan medali emas Commonwealth Games yang diraihnya. (Foto: Fight TV)

Petinju Tuvalu Tarona Taafaki mengukir sejarah dengan mempersembahkan medali pertama bagi negaranya dalam ajang Commonwealth Games, meski tidak memenangkan satu pun pertarungan.

Taafaki memastikan medali perunggu setelah kalah dari petinju India Lovlina Borgohain pada satu-satunya pertarungan di kelas 75 kilogram putri, Jumat (31/7).

Borgohain menang mutlak setelah seluruh juri memberikan kemenangan untuknya di setiap ronde.

Tarona Taafaki tetap berhak membawa pulang medali karena hanya ada lima petinju yang ambil bagian dalam kelas tersebut.

Kondisi itu membuat Taafaki mendapat bye langsung ke semifinal sehingga secara otomatis telah mengamankan setidaknya medali perunggu sebelum naik ke atas ring.

Bagi Tuvalu, negara kepulauan kecil di Pasifik Selatan yang berada di sebelah tenggara Tonga, medali tersebut memiliki arti besar.

Ayah sekaligus pelatih Tarona Taafaki, Badi Taafaki, mengatakan pencapaian putrinya akan dirayakan seluruh masyarakat Tuvalu sekaligus menjadi kesempatan untuk menarik perhatian dunia terhadap ancaman perubahan iklim yang dihadapi negaranya.

“Bagi masyarakat Tuvalu, medali ini berarti segalanya. Kami adalah salah satu negara terkecil di dunia, jadi medali seperti ini sangat penting,” kata Badi kepada British Press Association.

Badi mengatakan keluarga mereka telah mengabdikan hidup untuk tinju. Tarona dan Pasoni, dua anak tertua dari delapan bersaudara, semuanya merupakan petinju.

Keduanya kini tinggal dan berlatih di Selandia Baru untuk mendapatkan fasilitas latihan yang lebih memadai.

Pasoni juga tampil di Commonwealth Games kali ini, tetapi kalah dalam pertandingan pertamanya di kelas 70 kilogram.

Menurut Badi, anak-anaknya memiliki kesempatan dan fasilitas yang tidak pernah ia dapatkan ketika masih aktif sebagai petinju.

Kondisi latihan di Tuvalu mencerminkan tantangan yang dihadapi negara tersebut. Para atlet bahkan berlatih di landasan pacu bandara, yang menjadi salah satu permukaan paling stabil di pulau itu.

Ketika pesawat hendak mendarat, para atlet harus menyingkir dan kembali berlatih setelah pesawat meninggalkan landasan.

Badi berharap prestasi putrinya dapat membantu meningkatkan perhatian dunia terhadap dampak perubahan iklim di Tuvalu.

Negara tersebut menghadapi erosi pantai dan kenaikan permukaan laut yang mengancam kehidupan masyarakat pesisir.

“Jika kami bisa meraih medali, lebih banyak orang di seluruh dunia akan mengenal Tuvalu dan memahami tantangan yang kami hadapi akibat perubahan iklim,” kata Badi.

Tarona Taafaki bukan petinju pertama yang meraih medali Commonwealth Games tanpa memenangkan pertandingan.

Petinju Australia Taylah Robertson juga meraih perunggu kelas terbang putri pada Commonwealth Games 2018 di Gold Coast meski kalah dari petinju Inggris Lisa Whiteside.

Artikel Tag: Commonwealth Games

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru