Kanal

Pierre-Emile Hojbjerg Dicopot dari Kapten Marseille

Penulis: Fery Andriyansyah
15 Agu 2026, 15:00 WIB

Pierre-Emile Hojbjerg kehilangan ban kapten usai tolak Newcastle United. (Foto: Gabriel BOUYS / AFP via Getty Images)

Berita Liga Prancis: Pierre-Emile Hojbjerg harus menerima konsekuensi setelah menolak kepindahan ke Newcastle United pada musim panas ini. Marseille memutuskan mencopot gelandang asal Denmark tersebut dari jabatan kapten setelah penolakannya terhadap transfer membuat pemilik klub, Frank McCourt, dikabarkan sangat kecewa.

Hojbjerg sebelumnya menjadi target Newcastle United yang membutuhkan gelandang berpengalaman untuk memperkuat skuad di bawah manajer Matthias Jaissle. Kesepakatan tersebut bahkan sudah berada dalam tahap serius, tetapi pemain berusia 31 tahun itu akhirnya memilih tidak menerima kepindahan ke St James' Park.

Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi Marseille yang sedang membutuhkan pemasukan dari penjualan pemain. Klub Prancis itu berada dalam tekanan untuk memenuhi tuntutan finansial dari otoritas sepak bola Prancis dan UEFA. Melepas Hojbjerg akan membantu mengurangi beban gaji sekaligus memberikan pemasukan melalui biaya transfer.

Menurut RMC Sport, penolakan Hojbjerg telah membuat McCourt dan jajaran manajemen Marseille sangat kesal. Klub menilai kepentingan pribadi seorang pemain tidak boleh mengesampingkan kepentingan kolektif, terutama ketika kondisi finansial Marseille membutuhkan pengorbanan dari para pemain.

Keputusan mencopot Hojbjerg terlihat dari susunan pemain Marseille ketika menghadapi Atletico Madrid dalam pertandingan persahabatan. Timothy Weah dipercaya mengenakan ban kapten menggantikan Hojbjerg, yang sebelumnya menjadi salah satu pemimpin penting di ruang ganti.

Marseille disebut merasa keputusan Pierre-Emile Hojbjerg tidak menunjukkan sikap yang diharapkan dari seorang kapten. Klub menginginkan seluruh pemain memahami situasi yang sedang mereka hadapi dan menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.

Hojbjerg sendiri tampaknya tidak mengubah pendiriannya. Ia sudah menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin pindah ke Newcastle, meskipun Marseille sangat membutuhkan transfer tersebut. Penolakan itu membuat masa depannya di Stade Velodrome semakin rumit menjelang penutupan bursa transfer.

Situasi ini juga dapat menjadi langkah Marseille untuk mendorong Pierre-Emile Hojbjerg mencari klub baru. Dengan kehilangan status kapten, sang gelandang mungkin semakin menyadari bahwa dirinya tidak lagi menjadi bagian utama dari rencana jangka panjang klub.

Namun, Marseille tetap membutuhkan persetujuan Hojbjerg jika ingin menyelesaikan penjualan. Kontrak dan keputusan sang pemain menjadi faktor penting, sementara pengalaman Hojbjerg membuatnya masih memiliki daya tawar dalam menentukan tujuan berikutnya.

Kini, beberapa pekan ke depan akan menjadi periode penting bagi Hojbjerg. Ia harus menentukan apakah tetap bertahan di Marseille setelah kehilangan jabatan kapten atau kembali mempertimbangkan peluang meninggalkan klub. Di sisi lain, Les Phoceens perlu mencari solusi atas situasi yang semakin tegang tersebut.

Artikel Tag: Newcastle United, marseille, Pierre-Emile Hojbjerg

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru